PARADIGMA PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Konsep
Penelitian Pendidikan Islam
Metodologi berasal dari bahasa Yunani “metodos”, kata ini terdiri dari dua
suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang
berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai
tujuan. Metodologi adalah ilmu-ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran
menggunakan penelusuran dengan tata cara
tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang
dikaji.
Secara umum metode penelitian
diartikan sebagai suatu usaha pencarian kebenaran terhadap fenomena, fakta,
atau gejala dengan cara ilmiyah untuk memecahkan masalah atau mengembangkan
ilmu pengetahuan. Sedangkan Agama Islam adalah dinullah berisi ajaran, aturan,
syariat, perilaku, sebagai pedoman kehidupan manusia yang diwahyukan oleh Allah
sejak zaman Nabi Adam as, sampai kepada khatam al anbiya wal al mursaliin
Muhammad Saw.[1]
Pendidikan Islam adalah upaya sadar
dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami,
menghayati, mengimani, bertaqwa, berakhlah mulia, mengamalkan ajaran agama
Islam yang bersumberkan kitab suci Alquran dan Al hadist, melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.[2]
Sedangkan metode penelitian
Pendidikan Islam dapat diartikan sebagai suatu usaha pencarian kebenaran
terhadap fenomena, fakta, atau gejala dengan cara ilmiyah untuk memecahkan
masalah atau mengembangkan ilmu pengetahuan khusus bidang Pendidikan Islam,
bersumber Al quran, Al sunnah dan Ijtihad.[3]
Metode penelitian pendidikan Islam
terdiri dari dua suku kata metode penelitian dan pendidikan Islam. Metode
penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data atau informasi dari
al-Qur’an, al-Hadits dan pendapat para ulama dan pakar pendidikan Islam
sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana seharusnya dengan tujuan dan kegunaan
tertentu.
B. Jenis-Jenis
Penelitian Pendidikan Islam
Menurut Aqib, (2006:14) jika kita
ingin mendalami dan lebih memahami penelitian perlu mengenal lebih banyak dan
rinci tentang jenis-jenis penelitian yang ditinjau dari berbagai aspek dan
merujuk pada nama model dan pendekatan penelitiannya. Untuk itu dalam
pembahasan ini akan dikemukakan jenis-jenis penelitian berdasarkan lima
tinjauan,yaitu yang merupakan jembatan dan sampai pada penelitian tindakan .Tinjauan
pembagian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan
bidang penelitian
a.
Akademis
Penelitian akademik merupakan penelitian yang
dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis dan disertasi.
Penelitian ini merupakan sarana edukatif sehingga lebih mementingkan validitas
internal (caranya) yang harus betul, variabel penelitian terbatas, serta
kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang pendidikan (penelitian untuk S1
dalam membuat skripsi, penelitian untuk S2 dalam pembuatan tesis dan penelitian
untuk S3 dalam pembuatan disertasi.
b.
Professional
Penelitian Profesional
(pengembangan ilmu, teknologi dan seni), ciri/ penekanan : Bertujuan
mendapatkan pengetahuan baru yang berkenaan dan ilmu, teknologi dan seni,
Variabel penelitian lengkap, Kecanggihan analisis disesuaikan kepentingan
masyarakat ilmiah, Validitas internal (cara yang benar) dan validitas eksternal
(kegunaan dan generalisasi) diutamakan.
c.
Institusional
Penelitian Institusional (perumusan kebijakan atau
pengambilan keputusan),ciri/penekanan :Bertujuan untuk mendapatkan informasi
yang dapat digunakan untuk pengembangan kelembagaan, Mengutamakan validitas
eksternal (kegunaan), Variabel penelitian lengkap (kelengkapan informasi),
Kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.
2.
Berdasarkan tujuan penelitian
a.
Murni
Penelitian dasar adalah penelitian yang dilakukan
mempunyai tujuan perluasan ilmu tanpa memikirkan manfaat dari penelitian
tersebut.[4]
Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian
tentang alam serta hokum-hukumnya. Pengetahuan ini merupakan alat untuk
memecahkan masalah-masalah praktika, walaupunia tidak memberikan jawaban yang
menyeluruh untuk masalah tersebut. Tugas penelitian terapanlah yang akan
menjawabmasalah-masalah praktis tersebut.
b.
Terapan
Penelitian terapan (applied research) adalah
penelitian yang dilakukan atas dasar permasalahan yang signifikan yang hidup
dimasyarakat sekitar. Penelitian terapan banyak digunakan dalam bidang industri
dengan kajian pengembangan teknologi. Dalam bidang pendidikan dengan kajian
pengembangan kurikulum, instrumentasi dan model-model peningkatan kualitas
pembelajaran.[5]
3.
Berdasarkan metode penelitian
a.
Survey
Survai pada dasarnya merupakan pemeriksaan secara
teliti tentang fakta atau fenomena perilaku dan sosial terhadap subyek dalam
jumlah besar. Dalam riset pendidikan, survai bukan semata-mata dilakukan untuk
mengumpulkan data atau informasi,
seperti tentang pendapat atau sikap, tetapi juga untuk membuat deskripsi
komprehensif maupun untuk menjelaskan hubungan antar berbagai variabel yang
diteliti.[6]
b.
Expostfacto
Definisi ex post facto adalah sesudah fakta, yaitu
penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi. Penelitian ex
post facto bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku,
gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku, gejala
atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang
menyebabkan perubahan pada variabel bebas secara keseluruhan sudah terjadi. Sebagai
contoh, pengaruh peredaran minuman keras terhadap tingkat kenakalan remaja.
Dalam hal ini peneliti tidak mungkin melakukan eksperimen karena ia tidak
mungkin memanipulasi kondisi subjek (membuat agar para pedagang warung
kelontong menjual minuman keras) kemudian mengukur tingkat kenakalan remaja.
Meskipun demikian, pengaruh tersebut dapat diuji dengan cara membandingkan tingkat kenakalan remaja di
daerah yang peredaran minuman keras dibatasi dengan daerah yang peredaran minuman
keras dibebaskan.
c.
Eksperiment
Penelitian Eksperimen adalah suatu penelitian yang
didesain bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat melalui pengungkapan
kelompok eksperimen menjadi kondisi yang diperlukan dan membandingkan hasil
perlakuan tersebut terhadap kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.
Penelitian ini merupakan metode inti dari model penelitian yang ada, karena
memiliki 3 (tiga) persyaratan yakni: mengontrol, memanipulasi dan observasi.
Penelitian ini lebih banyak dilakukan pada bidang kedokteran, teknik dan
pertanian.[7]Penelitian
ini meliputi: Penelitian “pengukuran sesudah kejadian” dan model-model
penelitian eksperimen.[8]
d.
Naturalistic
Penelitian naturalistic adalah istilah lain dari
penelitian kualitatif. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk penelitian
kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistic atau alamiah, etnografi,
interaksionis simbolik, perspektif ke dalam, etnometodologi, the Chicago
School, fenomenologis, studi kasus, interpretatif, ekologis, dan deskriptif
(Bogdan dan Biklen, 1982:3). Pengguna istilah inkuiri naturalistic atau
penelitian naturalistic pada dasarnya kurang menyetujui penggunaan istilah
penelitian kualitatif karena menganggap bahwa penelitian kualitatif merupakan
istilah yang dipandang sederhana dan sering dipertentangkan dengan penelitian
kuantitatif. Tetapi karena pada dasarnya istilah inkuiri alamiah atau
penelitian naturalistic menekankan pada kealamiahan sumber data, jadi dikatakan
bahwa penelitian naturalistic dan penelitian kualitatif memiliki alasan yang
sama, yakni dalam kelamiahan sumber data. Akan tetapi pada kenyataannya istilah
penelitian kualitatif lebih sering digunakan dari pada istilah penelitian
naturalistic. Tujuan penelitian naturalistic sendiri yaitu untuk mengetahui
aktualitas, realitas sosial dan persepsi manusia melalui pengakuan mereka yang
mungkin tidak dapat diungkap melalui penonjolan pengukuran formal atau
pertanyaan penelitian yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
e.
Policy research
policy research adalah suatu proses penelitian yang
dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar,
sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk
bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Policy research ini
sangat relevan bagi perencana dan perencanaan.[9]
f.
Action research
Penelitian Tindakan (Action Research) adalah suatu
penelitian bentuk kerjasama antara peneliti dengan para pengambil keputusan,
misalnya kerjasama peneliti dengan pihak perusahaan dimana hasil penelitian
dapat langsung dipakai dalam rangka pengambilan keputusan manajemen perusahaan.
Dalam bidang pendidikan penelitian ini sering disebut tindakan kelas. Validitas
penelitian ini secara relative lemah karena sampel kurang presentatif, juga
kontrol terhadap variable bebas tidak ditekankan.[10]
g.
Evaluasi
Penelitian Evaluasi meliputi: Hakikat dan pentingnya
penelitian evaluasi, jenis dan pelaksanaan penelitian evaluasi, penelitian
evaluasi dan evaluasi pendidikan dan prosedur pelaksanaan penelitian evaluasi.
h.
Sejarah
Penelitian Sejarah (Historis)
adalah penelitian penelusuran dan penemuan sumber sejarah, pengukuran dan
penyajiannya dilakukan secara kritis.[11]
Penelitian ini meliputi: Pengertian dan prinsip dasar penelitian historis,
manfaat penelitian historis dan prosedur pelaksanaan penelitian historis
i.
Penelitian Pengembangan (Research &
Development)
Penelitian pengembangan adalah penelitian yang
bertujuan mengembangkan masalah-masalah dari suatu fenomena, yang dihubungkan
dengan teori-teori dari suatu ilmu tertentu, untuk memecahkan masalah itu
secara rasional yang biasanya dilakukan dengan cara deduktif. Penelitian
pengembangan kadang-kadang ada yang mengarah pada korelasi, namun pada umumnya
masih bersifat menduga-duga dan tingkat eksplanatorinya sedikit lebih mendalam
dari penelitian eksploratif.[12]
4.
Berdasarkan tingkat ekplanasi penelitian
a.
Deskriptif
Penelitian Deskriptif adalah suatu penelitian yang
bertujuan untuk meneliti dan menemukan informasi sebanyak-banyaknya dari suatu
fenomena. Teorisasi dan hipotesis dalam penelitian ini kurang diperlukan karena
penelitian ini bersifat ekplorasi, menggambarkan ataupun dengan tujuan untuk
menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data
yang diperoleh lapangan. Penelitian ini dapat juga menggunakan satu variable.[13]Penelitian
ini meliputi: Penelitian survey, penelitian kasus (case studies), penelitian
pengembangan (developmental studies), penelitian tindak lanjut (follow-up
studies), penelitian analisis dokumen (documentary studies) dan penelitian
korelasi (correlational studies).
b.
Komparatif
Penelitian komparatif adalah penelitian yang tidak
memakai data masa lalu melainkan menggunakan data masa sekarang dengan sifat
expost facto yaitu data dikumpulkan setelah suatu kejadian selesai berlangsung.[14]
c.
Korelasional
Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu
penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel
atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak
terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Wallen, 2008:328). Adanya hubungan
dan tingkat variabel ini penting karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang
ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian.
Jenis penelitian ini biasanya melibatkan ukuran statistik/tingkat hubungan yang
disebut dengan korelasi (Mc Millan dan Schumacher, dalam Syamsuddin dan
Vismaia, 2009:25). Penelitian korelasional menggunakan instrumen untuk
menentukan apakah, dan untuk tingkat apa, terdapat hubungan antara dua variabel
atau lebih yang dapat dikuantitatifkan.
5.
Berdasarkan waktu penelitian
a.
Cross sectional
Cross sectional
: Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses kompromi
(silang) terhadap beberapa kelompok subjek penelitian dan diamati/diukur satu
kali untuk tiap kelompok subjek penelitian tersebut sebagai wakil perkembangan
dari tiap tahapan perkembangan subjek (menembak satu kali terhadap satu kasus)
b.
Longitudinal
Penelitian longitudinal adalah jenis penelitian dan
bertujuan untuk mengukur pendapat, sikap atau perilaku sekelompok masyarakat
dari waktu ke waktu. Dalam penelitian longitudinal, data dikumpulkan
sekurang-kurangnya dua kali, atau dipandang setara dengan dua kali mengumpulkan
data. Karena itu, waktu amat penting dalam penelitian longitudinal.[15]
Selain
itu, metode penelitian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan
tingkat kealamiahan.[16]
C. Kriteria
Penelitian Pendidikan Islam yang Baik
Secara umum untuk mendapatkan hasil
dari suatu penelitian atau riset yang baik dalam memuaskan semua pihak, maka
perlu dibuat beberapa kriteria. Ada 18 kriteria penelitian pendidikan Islam
yang baik:
1. Masalah
dan tujuan penelitian harus berkaitan dengan ruang lingkup penelitian
pendidikan Islam
2. Masalah
dan tujuan penelitian harus digambarkan secara jelas sehingga tidak menimbulkan
keraguan kepada pembaca.
3. Penelitian
yang dilakukan bersifat kritis dan analitis
4. Masalah
penelitan yang diajukan bersifat rasional
5. Koherensi
yaitu terdapat keterkaitan antar bagian dalam penelitian
6. Konsistensi
penggunaan istilah dalam penelitian
7. Memuat
konsep dan teori yang sebagian besar diambil dari penafsiran-penafsiran ulama
terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti
dan teori-teori yang dikembangkan oleh ulama atau ahli-ahli pendidikan
Islam
8. Menggunakan
istilah dengan tepat dan defenisi yang seragam
9. Mengembangkan
hipotesis yang dapat diuji jika yang akan dilaksanakan adalah penelitian
kuantitatif.
10. Teknik
dan prosedur dalam penelitian dijelaskan secara rinci
11. Obyektifitas
penelitian harus tetap dijaga dengan menunjukkan bukti-bukti mengenai sampel
yang diambil
12. Dilakukan
dengan hati-hati, cermat, jujur dan teliti
13. Kekurangan-kekurangan
selama pelaksanaan penelitian harus diinformasikan secara jujur dan menjelaskan
dampak dari kekurangan tersebut
14. Validitas
dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat. Jika dalam penelitian
kuantitatif dilakukan dengan uji coba instrument penelitian sebelum digunakan
pada subjek penelitian. Jika pada penelitian kualitatif dilakukan dengan teknik
penjaminan keabsahan data.
15. Dapat
diulang oleh peneliti lain sehingga dapat diuji validitas dan reliabilitasnya
16. Memiliki
akurasi yang tinggi (dapat diterima)
17. Kesimpulan
yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang terkait dengan data penelitian
Penelitian yang baik akan memiliki nilai yang baik
pada kriteria pada 18 ciri di atas. Hasil yang kurang pada satu atau lebih
faktor kriteria akan dapat membuat penelitian menjadi tidak valid.
D. Pendekatan
Kualitatif dan Kuantitatif
Model dan jenis penelitian
pendidikan Islam secara umum tidak berbeda dengan model dan jenis-jenis
penelitian dalam penelitian pendidikan lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada
objek dan sumber kajiannya.
Penelitian dapat dibedakan menjadi
dua bentuk yaitu, penelitian menggunakan hipotesis dan penelitian tidak
menggunakan hipotesis. Penelitian yang tidak menggunakan hipotesis biasanya
penelitian berbentuk deskriptif, filosofis, historis, dan penelitian evaluasi.
Sedangkan menurut jenis data yang dipergunakan penelitian dibagi menjadi
penelitian kualitatif dan kuantitatif.
1. Penelitian
Kualitatif
Bogdan dan Taylor menjelaskan penelitian adalah
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif tentang orang melalui
tulisan atau kata-kata yang diucapkan yang dapat diamati.[18]
Namun halnya dengan Indra Prasetia membuat defenisi kualitatif terdiri dari
penelitian historis, deskriptif, perkembangan , kasus dan penelitian lapangan,
kausal komparatif, eksperimen murni atau semu dan kaji tindak.[19]
a. Jenis
Pendekatan Penelitian Kualitatif
Meskipun terdapat banyak jenis pendekatan
penelitian kualitatif, kita akan memfokuskan pada metode-metode yang paling
umum dibaca dan digunakan oleh mahasiswa dan para praktisi. Ini mencakup
penelitian etnografi, studi kasus, fenomenologi, grounded theory dan biografi
atau naratif.
1) Penelitian
Etnografi
Kata etnografi berasal dari kata yunani ethos ‘suku
bangsa’ dan graphos ‘sesuatu yang ditulis’. Secara harfiah, etnografi adalah
ilmu tentang penulisan suku bangsa, atau menggunakan bahasa yang lebih kontemporer,
penulisan tentang kelompok budaya. Peneliti etnografi bermaksud menyediakan
naratif atau deskripsi yang kaya tentang komunitas atau kultur di bawah
penyelidikan (Miles dan Hubberman, 1994).[20]
[20] Etnografi merupakan sebuah metode yang meneliti suatu pengetahuan yang
terdapat di dalam suatu budaya atau komunitas.
Laporan penelitian etnografi biasanya panjang dan
sering mengambil bentuk buku. Tujuan penelitian etnografi yaitu menyediakan
suatu deskripsi rinci yang kaya tentang situasi, menangkap kompleksitas penuh
dari nuansa-nuansa dalam interaksi, praktik-praktik budaya dan kepercayaan dari
kelompok tersebut. Etnografi memerlukan waktu yang panjang dan komitmen
personal dari pihak peneliti. Contoh penelitian etnografi yaitu sebuah studi
yang mengeksplorasi nilai pendidikan dan pengaruhnya terhadap kehidupan
keluarga dalam suatu komunitas pedalaman yang miskin.[21]
2) Penelitian
Studi Kasus
Penelitian studi kasus adalah suatu penelitian
kualitatif yang berusaha menemukan makna, menyelidiki proses, dan memperoleh
pengertian dan pemahaman yang mendalam dan individu, kelompok, atau situasi.[22]Biasanya
dalam penelitian studi kasus peneliti mengidentifikasi masalah atau pertanyaan
yang akan diteliti dan mengembangkan suatu rasional.
Dalam studi kasus biasanya kita menggunakan berbagai
teknik termasuk wawancara, observasi, dan kadang-kadang pemeriksaan dokumen dan
artefak dalam pengumpulan data.
3) Penelitian
Fenomenologis
Penelitian fenomenologis melihat secara dekat
interpretasi individual tentang pengalaman-pengalamannya. Biasanya peneliti
fenomenologis berusaha memahami makna dari sebuah pengalaman perspektif
partisipan. Untuk memulai sebuah studi fenomenologis peneliti mengahabiskan
waktu mengamati dan berinteraksi dengan partisipan yang potensial, yaitu dengan
mempelajari bahasa yang sesuai dengan kehidupan.
4) Penelitian
Grounded theory
Penelitian grounded theory biasanya menggunakan
pendekatan induktif dan mengumpulkan data menggunakan berbagai teknik lewat
periode waktu yang lama. Grounded theory merupakan teori praktis yang didesain
untuk meneliti di lapangan. Peneliti grounded theory berbeda dengan peneliti
kualitatif lainnya dalam hal mereka berharap temuan mereka dapat
digeneralisasikan pada setting lain.
5) Penelitian
Biografi/Naratif
Penelitian biografi merupakan studi tentang seorang
individu beserta pengalamannya. Penulisan biografis berakar dari disiplin yang
berbeda yang telah mengalami pembaruan setiap tahunnya. Biografi biasanya
ditulis secara objektif, dengan sedikit interpretasi peneliti; secara ilmiah
dengan suatu latar belakang historis yang kuat dari subjek dan suatu organisasi
kronologis; secara artistik, dari perspektif penyajian yang detail dalam suatu
cara yang hidup dan menarik
2. Penelitian
Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah suatu pendekatan
penelitian yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan (seperti pemikiran tentan sebab akibat, reduksi
kepala variabel, hipotesis, dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan
observasi, serta pengujian teori), menggunakan strategi penelitian seperti
eksperimen dan survei yang memerlukan data statistik.[23]Penelitian
kuantitatif menggunakan instrument untuk mengumpulkan data atau mengukur status
variabel yang diteliti. [24]
Penelitian ini juga sebagai metode ilmiah/scientific
karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif,
terukur, rasional, dan sistematis. Selain itu, penelitian ini juga disebut
metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan
berbagai iptek baru. Penelitian ini disebut penelitian kuantitatif karena data
penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.[25]
Selain itu, penelitian kuantitatif adalah suatu
proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan
keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui.[26]
Penelitian kuantitatif berpijak pada apa yang
disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviorisme
dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat konkrit, uji
empiris dan fakta-fakta yang nyata.[27]
b. Jenis
Pendekatan Penelitian Kuantitatif
1) Penelitian
korelasional. Penelitian korelasional merupakan suatu pendekatan penelitian
yang berfokus pada penaksiran kovariasi di antara variabel yang muncul secara
alami. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi hubungan prediktif dengan
menggunakan teknik korelasi atau teknik statistik yang lebih canggih.
2) Penelitian
eksperimental. Penelitian eksperimen bisa diartikan sebagai suatu penelitian
yang sekurang-kurangnya memiliki satu variabel bebas. Tujuan penelitian
eksperimental adalah untuk menentukan hukum sebab-akibat dengan mengisolasi
variabel kausal.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode
penelitian pendidikan Islam terdiri dari dua suku kata metode penelitian dan
pendidikan Islam. Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data
atau informasi dari al-Qur’an, al-Hadits dan pendapat para ulama dan pakar
pendidikan Islam sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana seharusnya dengan
tujuan dan kegunaan tertentu.
Ruang lingkup
kajian penelitian pendidikan Islam bersifat universal dalam artian mencakup
semua ranah dan dikaji dengan banyak sumber konsep kajian. Model dan jenis
penelitian pendidikan Islam secara umum tidak berbeda dengan model dan
jenis-jenis penelitian dalam penelitian pendidikan lainnya. Perbedaannya hanya
terletak pada objek dan sumber kajiannya.
Secara umum
kriteria penelitian pendidikan Islam yang baik pada dasarnya sama dengan
penelitian pendidikan lainnya. Namun, penelitian yang baik akan memiliki nilai
yang baik jika kriterianya dilakukan sesuai prosedur. Hasil yang kurang pada
satu atau lebih faktor kriteria akan dapat membuat penelitian menjadi tidak
valid
B. Saran
Makalah ini
merupakan pengejawantahan sekelumit pengetahuan yang pemakalah miliki dalam
ilmu pembuatan makalah dan tidak menutup kemungkinan banyak terselip kesalahan.
Hal itu disebabkan adanya kealpaan dan keterbatasan pemakalah, sehingga masih
jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu sangat diharapkan kepada dosen pengampuh
memberikan wejangan kritik dan saran yang membangun.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahiri.
Jafar, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kendari: Unhalu Press, 2008.
Ali,
Metodelogi dan Aplikasi Riset Pendidikan 2010
Darwis.
Amrin, Metode Penelitian Pendidikan Islam Pengembangan Ilmu Pradigma Islami.
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014.
Emzir,
Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Kholil.
Syukur, Metodologi Penelitian, Bandung : Citapustaka Media, 2006.
Moleong.
Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif .Bandung: Remaja Rosdakarya,
1993.
Prasetia.
Indra, Metodologi Penelitian Pendidikan. Medan: FKIP UMSU, 2012
Ramayulis,
Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 1994.
Riduan,
Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula.
Bandung: Alfabeta, 2010.
S.
Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Salim
dan Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Cipustaka Media, 2007
Sarwono.
Jonathan, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2006.
Silabus
mata kuliah MPPI, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. PEDI Reguler-A
Pascasarjana UIN-SU Medan
Sitorus.
Masganti, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam, Medan: IAIN Press,
2011.
Sugiyono,
Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta, 2007.
Sukmadinata.
Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT. Logos Kencana,
2005.
Suryana,
Metodologi Penelitian:Model Praktis
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, tk, UPI, 2010.
[1] Amrin Darwis, Metode
Penelitian Pendidikan Islam Pengembangan Ilmu Pradigma Islami. Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2014. hlm. 1
[2] Ramayulis, Metodologi Pendidikan
Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 1994. hlm. 21
[3] Amrin Darwis, op.cit.
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014. hlm. 2
[4]
Suryana, Metodologi Penelitian:Model
Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (tk, UPI, 2010, hlm. 7
[5]
Ibid. hlm. 7
[6] Ali, Metodelogi dan Aplikasi
Riset Pendidikan 2010
[7] Indra Prasetia, Metodologi
Penelitian Pendidikan. Medan: FKIP UMSU, 2012, hlm. 6
[8]
Silabus mata kuliah MPPI, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. PEDI
Reguler-A Pascasarjana UIN-SU Medan
[9]
Riduan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula.
Bandung: Alfabeta, 2010, hlm. 51
[10] Indra Prasetia, Metodologi
Penelitian Pendidikan. Medan: FKIP UMSU, 2012, hlm. 6
[11]
Suryana, Metodologi Penelitian:Model
Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, tk, UPI, 2010, hlm. 7
[12]
Ibid, hlm. 7
[13] Indra Prasetia, Metodologi
Penelitian Pendidikan. Medan: FKIP UMSU, 2012, hlm. 6
[14]
Suryana, Op.cit, 2010, hlm. 7
[15]
Syukur Kholil, Metodologi Penelitian, Bandung : Citapustaka Media, 2006.
hlm. 62
[16]
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT.
Logos Kencana, 2005, hlm. 29
[17] Masganti Sitorus, Metodologi
Penelitian Pendidikan Islam, Medan: IAIN Press, 2011, hlm. 18
[18]
Salim dan Syahrum, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Cipustaka
Media, 2007), h. 46.
[19]
Indra Prasetia, Op.cit, Medan: FKIP UMSU, 2012, hlm. 6
[20] Lexy J. Moleong, Metodologi
Penelitian Kualitatif .Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993, hlm. 18
[21] Ibid. hlm. 19
[22] Ibid. hlm. 21
[23]
Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2013, hlm.
28.
[24]
Jafar Ahiri, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kendari: Unhalu Press,
2008, hlm. 206.
[25]
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta, 2007, hlm. 8.
[26]
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta,
1997, hlm. 105-106.
[27]
Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2006, hlm. 258.

0 Response to "PARADIGMA PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM"
Post a Comment