KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM
Komunikasi merupakan hubungan
kontak antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan
sehari-hari apakah disadari atau tidak komunikasi adalah bahagian dari
kehidupan manusia itu sendiri. Manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi
dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan
adalah suatu tanda komunikasi sudah ada pada manusia tersebut.
Sementara itu, untuk menjalin rasa
kemanusiaan yang akrab diperlukan saling pengertian sesama anggota masyarakat.
Dalam hal ini faktor komunikasi memainkan peranan yang penting, apalagi bagi
manusia modern. Manusia modern yaitu manusia yang cerdas berpikirnya tidak
spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan segala
kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitas itu akan terselenggara dengan
baik melalui proses komunikasi antar sesama manusia.
Komunikasi telah menjadi bagian
dari kehidupan manusia. Untuk keberhasilan suatu komunikasi kita harus
mengetahui dan mempelajari unsur-unsur apa saja yang terkandung dalarn proses
komunikasi. Minimal unsur-unsur yang diperlukan dalam proses komunikasi adalah
sumber (pembicaraan), pesan (message), saluran (channel, media) dan penerima
(receiver, audience)[1].
Maka untuk melaksanakan hubungan sesama
manusia tersebut perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi dengan
orang lain agar suatu hubungan antara manusia, kelompok maupun individu dapat
berhasil dengan baik. Komunikasi juga merupakan suatu mekanisme yang menyebabkan
adanya hubungan antara sesama manusia. Dalam kehidupan manusia, komunikasi laksana
umpama alur dalam dunia yang menjadi action atau perkembangan menjadi suatu
dinamika.
Jadi komunikasi tidak bisa
dipisahkan dalam setiap gerak dan perbuatan manusia setiap waktunya bila ia
hendak melakukan sesuatu dengan manusia lainnya (kalau dalam istilahnya bapak
Prof. Asnawir beliau menegaskan bahwa komunikasi itu laksana oli bagi
kendaraan, yang fungsinya tak lain dan tidak bukan adalah untuk memperlancar
jalannya semua onderdir yang ada pada kendaraan tersebut). Maka dalam makalah
ini penulis nantinya akan membahas lebih lanjut tentang komunikasi itu sendiri
dan aspek-aspek yang tercakup di dalamnya.
B. Pembahasan
A.
Pengertian
Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses di mana
pesan disampaikan oleh penyampai pesan kepada penerima.[2] Pesan (informasi)
itu dapat berupa perasaan atau hasil pemikiran sendiri atau hanya penerus dari
perasaan atau hasil pemikiran orang lain, dengan maksudkan untuk mengubah pengetahuan,
keterampilan dan sikap pihak penerima pesan.
Lewis sebagaimana yang dikutip
oleh Syafaruddin mengemukakan bahwa “communication
is the exchange of messages resulting in a degree of shared meaning between a
sender end a receiver” yaitu, adanya pertukaran pesan yang menghasilkan
pembagian makna antara pengirim dan penerima.[3] Proses
seperti ini berlangsung dalam seluruh dimensi pergaulan manusia baik dalam konteks
kehidupan sosial maupun dalam suatu organisasi tertentu.
Menurut Katz dan Kahn sebagaimana
yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto, bahwa komunikasi adalah suatu proses
tukar menukar informasi dan transmisi dari suatu arti dan semuanya itu merupakan
sesuatu yang penting di dalam suatu organisasi.[4]
Dalam komunikasi Islam kita
dapat menemukan setidaknya enam jenis gaya bicara atau pembicaraan (qaulan)
yang dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam
bersumberkan Al-Quran, sebut saja sebagai "Ayat-Ayat Komunikasi".
Keenam kaidah komunikasi
dalam perspektif Islam itu adalah (1) Qaulan Sadida –perkataan yang
benar alias tidak dusta, (2) Qaulan Baligha –ucapan yang lugas, efektif,
dan tidak berbelit-belit, (3) Qaulan Ma’rufa –perkataan yang baik,
santun, dan tidak kasar, (4) Qaulan Karima –kata-kata yang mulia dan
penuh penghormatan, (5) Qaulan Layinan –ucapan yang lemah-lembut
menyentuh hati, dan (6) Qaulan Maysura –ucapan yang menyenangkan dan
tidak menyinggung perasaan.
Contoh Firman Allah dalam QS.
Annisa [4] ayat 9 yang artinya:
“Dan hendaklah takut kepada
Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang
lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu
hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan
Sadida --perkataan yang benar” (QS. 4:9).
Dalam garis besarnya dapat
disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari
seseorang kepada orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil baik apabila
sekiranya timbul saling pengertian, yaitu jika ke dua belah pihak si pengirim
dan si penerima informasi dapat memahami.
Hal ini tidak berarti bahwa kedua
belah pihak harus menyetujui sesuatu gagasan tersebut. Yang penting adalah
kedua belah pihak sama-sama memahami gagasan tersebut. Dalam hal seperti inilah
baru dapat dikatakan bahwa komunikasi telah berhasil baik (komunikatif).
Nah jikalau dibawakan kedalam
dunia pendidikan maka komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses
pertukaran pesan di antara unit-unit organisasi (pendidik dan peserta didik) dalam
rangka kelancaran pelaksanaan tugas-tugas untuk mencapai tujuan pendidikan
secara efektif dan efisien.
Komunikasi dalam organisasi
setidak-tidaknya melibatkan beberapa unsur atau elemen yaitu:
1. Komunikator,
yakni orang yang menyampaikan atau mengatakan atau menyiarkan suatu pesan pada
orang lain.
2. Pesan
(messeg) yang disampaikan baik secara langsung (lisan) maupundengan
menggunakan saluran atau media komunikasi lainnya.
3. Komunikan,
yaitu orang yang diajak berkomunikasi atau yang menerima pesan.
Keempat unsur di atas adalah
unsur-unsur penting yang wajib ada dalam komunikasi, karena tidak akan ada
komunikasi tanpa komunikator, atau tanpa komunikan serta tanpa adanya pesan
yang disampaikan.[6]
Dari paparan di atas nampaklah
dengan terang bahwa komunikasi memegang peranan penting dalam suatu organisasi,
khususnya sekolah atau lembaga pendidikan. Kerena setiap personal yang terlibat
harus saling berkomunikasi agar semua permasalahan yang ada serta sejauh mana
perkembangan pendidikan dapat diketahui mesti dengan adanya komunikasi antar
sesama pihak yang ada di dalam suatu lembaga pendidikan atau organisasi
tersebut. Selain itu, komunikasi ini juga sangat membantu pemimpin dalam
membuat keputusan, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan pendapat yang
dapat menyumbangkan solusi yang tepat.
B.
Proses
Komunikasi dalam Kepemimpinan Pendidikan Islam
Interaksi antara unsur-unsur
komunikasi akan menentukan cara komunikasi baik dalam organisasi maupun
komunikasi biasa dan komunikasi massa dalam interaksi sosial.
Proses komunikasi bisa berlangsung
dalam diri seseorang baik selaku pengirim pesan maupun sebagai penerima pesan
atau sebaliknya. Oleh karena itu, sistem aliran komunikasi dapat memiliki aliran
dari atasan kepada bawahan, dari bawahan kepada atasan maupun komunikasi sesama
bawahan.[7]
Komunikasi yang akan dilaksanakan
akan melalui beberapa tahapan proses sebagai berikut:[8]
- Transmisi
Ini adalah tahap penyampaian berita (pesan)
penyampaian pesan ini dapat dilaksanakan dengan:[9]
a. Lisan
Yaitu seseorang bisa dengan langsung menggungkap
segala hal yang ingin ia sampaikan terhadap lawan bicaranya, jika dilihat
komunikasi tahap ini akan sangat mudah dilakukan dan akan menguranggi berbagai
dugaan (kesalah pahaman).
b. Tulisan
Komunikasi melewati tulisan, bisa dilakukan seseorang
dengan menulis segenap ide-idenya apakah itu berupa surat, atau mencantumkannya
dimedia massa, sehingga orang lain dapat membaca dan mengrti tentang apa yang
disampaikan oleh komunikator, namun kelemahannya adalah susahnya untuk
mendapatkan unpan balik dari komunikan.
c. Bebas,
yaitu setiap personal bebas berkomunikasi dengan sesama anggota lainnya yang
dibatasi oleh kedudukan dan jabatan dalam organisasi.
d. Terbatas,
yang dilakukan hanya dengan orang tertentu saja yang setingkat kedudukannya
dalam organisasi.
Sumber pesan ini disebut
transmitter atau communicator. Faktor utama dalam komunikasi adalah kemampuan
untuk membentuk ide serta penguasaan bahasa. Orang yang menguasai bahasa dan
punya pembentukan ide akan lincah dalam berkomunikasi.
- Penerimaan
Penerimaan adalah bagian yang
sangat vital dari komunikasi walaupun yang diterima itu informasi kecil
sekalipun.
- Pengertian
Suatu pesan harus dimengerti lebih
dahulu sebelum pesan itu dikomunikasikan. Komunikasi yang efektif bukan hanya tergantung
pada pemberi pesan tetapi sangat bergantung pada kemampuan penerima dalam
mengerti tentang pesan itu.
- Respons
Respons dalam dalam sebuah
komunikasi dapat dibagi menjadi tiga macam
a. Respons
positif, berarti penerima dapat menerima apa yang penyampai pesan sampaikan.
b. Respon
negatif, bila yang menerima menolak apa yang disampaikan.
c. Respons pasif, hal ini dapat terjadi karena
kemungkinan adanya ketidak pengertian.
Untuk itu seorang pemimpin harus
dapat berkomunikasi secara efektif. Komunikasi yang efektif membutuhkan:[10]
1.
Kemampuan berpikir
2.
Kemampuan membentuk gambaran tanggapan ke dalam
simbol-simbol komunikasi
3.
Kemampuan menyelami tiap pribadi emosi dan perasaan
orang lain.
C.
Jenis-jenis
Komunikasi dalam Kepemimpinan Pendidikan Islam
Dilihat dari segi arus informasi
dalam proses komunikasi ada tiga macam arah komunikasi:[11]
1. Komunikasi
dari atas ke bawah (top down communication)
Komunikasi dari atas ke bawah
merupakan bagian integral dari sebuah organisasi sebab di terima dan di buat
oleh manajemen.[12]
Komunikasi kepada bawahan diberikan untuk mengirimkan perintah, pengarahan,
tujuan-tujuan, kebijakan dan memo kepada pegawai bawahan dalam suatu
organisasi.
2. Komunikasi
dari bawah ke atas (up ward communication)
Komunikasi dari bawah menunjukkan
suatu masukan dari bawahan kepada atasan untuk memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan
manajemen. Komunikasi ini memberikan umpan balik dan memberikan dorongan
penyampaian ide-ide, melepaskan perasaan emosi dan pemikiran pribadi. Bentuk
komunikasi dari bawahan kepada atasan dapat berupa usulan, laporan pelaksanaan
tugas, tanggapan dan pengaduan dari bawahan.
3. Komunikasi
mendatar (horizontal communication)
Komunikasi ini terjadi antara orang-orang
yang berada pada tingkat hirarki yang sama di departemen yang berbeda. Dalam
prakteknya komunikasi ini muncul dalam kerja sama pemecahan masalah dan
koordinasi dalam pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, komunikasi horizontal ini
berhubungan dengan koordinasi tugas; pemecahan masalah, pembagian informasi dan
penyelesaian konflik.
Contoh bentuk-bentuk komunikasi:
- Komunikasi dari atasan b. Komunikasi dari bawahan
kepada bawahan kepada atasan
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||
c. Komunikasi
horizontal
![]() |
|||||
Ketiga bentuk ini disebut dengan
tiga dimensi komunikasi. Pengalaman menunjukkan bahwa (komunikasi) perintah dan
pengarahan yang datang dari atasan tidak banyak menimbulkan halangan dan
gangguan. Tetapi sebaliknya kalau komunikasi yang datang dari bawahan menuju
atasan sering menimbulkan rintangan dan penyimpangan atau macet ditengah jalan.
Biasanya komunikasi yang salurannya datang dari bawahan dapat berbentuk
Ø
Pertanyaan
Ø
Pengaduan
D.
Usaha
Meningkatkan Komunikasi untuk Mencapai Keberhasilan Kepemimpinan dalam Lembaga
Pendidikan Islam
Kualitas komunikasi organisasi sangat tergantung
bagaimana pesan itu dikirim, diterima dan diinterpretasikan. Komunikasi yang berlangsung
baru dikatakan baik mana kala pesan dari si pengirim terjawab sesuai dengan makna
pesan itu sendiri. Sedangkan komunikasi yang efektif terjadi jika antara si
pengirim dan si penerima pesan memiliki pengertian yang sama dan teraplikasikan
dari umpan balik yang berlangsung.
Komunikasi yang baik dapat dicapai melalui komunikasi
yang jelas atau baik secara lisan maupun tulisan. Sedangkan komunikasi efektif
membutuhkan bukan hanya melalui penyampaian pesan secara lisan maupun tulisan.
Untuk itu dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dalam organisasi
perlu ditingkatkan kesadaran akan kebutuhan komunikasi yang efektif untuk
memperlancar pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan.
Mills dan Standing ford
sebagaimana yang dikutip oleh Yusak Burhanuddin berpendapat bahwa, dalam
berkomunikasi perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1. Kecepatan,
yaitu memperhatikan waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan berita/pesan. Hal
ini mempengaruhi cara pengiriman berita yaitu apakah berita akan disampaikan
melalui surat, telepon, e-mail ataupun sarana lainnya.
2. Kecermatan,
yaitu kecermatan dalam menulis berita sehingga isi berita yang akan disampaikan
benar-benar sesuai dengan maksud penyampaian berita.
3. Keselamatan,
yaitu yang menyangkut keselamatan pengiriman berita agar oleh komunikan dengan tepat. Sehubungan dengan hal
ini, perlu diperhatikan cara pengiriman berita yang menjamin agar berita
tidak hilang dalam perjalanan.
4. Kerahasiaan,
untuk menjamin bahwa orang yang tidak berkepentingan tidak mengetahui isi
berita.
5. Warkat,
apakah berita yang disampaikan akan disampaikan dengan lisan maupun tulisan.
6. Kesan,
komunikasi disampaikan perlu diupayakan agar meninggalkan kesan yang baik oleh
si penerima pesan.
Aktivitas komunikasi yang
dilakukan oleh pemimpin dalam organisasi antara lain bertujuan untuk: [14]
1. Meningkatkan
hubungan kerja dan kerjasama yang baik antara individu atau unit organisasi
lainnya.
2. Mengetahui
sedini mungkin masalah-masalah yang akan timbul dalam pelaksanaan tugas dan
pekerjaan dari masing-masing unit organisasi.
3. Mengurangi
aspek negatif dan timbulnya konflik maupun frustasi.
4. Mendorong
semangat kerja.
Sehubungan dengan hal di atas maka
Bernard sebagaimana yang dikutip oleh
Asnawir, mengemukakan beberapa faktor yang harus diperhatikan agar
komunikasi tersebut dapat berlangsung secara efektif dan memenuhi tujuan dari
komunikasi itu sendiri:
1. Sasaran
komunikasi harus diketahui secara pasti, dengan penunjukkan individu menduduki
suatu posisi. Hal ini harus diberitahukan kepada anggota-anggota organisasi
disertai dengan bagan organisasi.
2. Sasaran
komunikasi harus diusahakan sependek mungkin, sehingga semakin pendek jalur
komunikasi akan semakin cepat pesan sampai kepada si penerima pesan dan akan
semakin sedikit salah pengertian yang ditemukan.
3. Mempunyai
saluran formal, maksudnya ada orang yang melaporkan pesan kepada seseorang yang
telah ditetapkan.
4. Harus
melalui saluran yang lengkap, misalnya komunikasi dari atas ke bawah, harus
mempunyai setiap tingkat hirarki organisasi. Hal ini dimaksudkan untuk
menghindari komunikasi yang saling bertentangan karena adanya bagian organisasi
yang dilompati atau dilewati.
5. Sumber
komunikasi harus dapat dipercaya. Dalam hal ini maka sumber komunikasi harus
kompeten.
6. Saluran
komunikasi tidak boleh diselangi atau diganggu pada waktu komunikasi itu
berlangsung.
7. Sumber
komunikasi dalam organisasi harus jelas. Hal ini ditujukan agar komunikasi itu
berjalan secara efektif.
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa untuk meningkatkan komunikasi untuk mencapai keberhasilan kepemimpinan
lembaga pendidikan beberapa faktor komunikasi di atas hendaknya dapat dilaksanakan
agar tercapai tujuan dari sebuah komunikasi tersebut.
C. Penutup
A.
Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah
dikemukakan di atas dapat diambil suatu kesimpulan :
a. Komunikasi
merupakan suatu proses di mana disampaikan pesan oleh penyampai pesan kepada
penerima berupa hasil pemikiran sendiri atau hasil
pemikiran orang lain dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, keterampilan
dan perubahan sikap penerima pesan.
b. Komunikasi
dalam kepemimpinan melibatkan komunikator, pesan, komunikan dan efek atau
pengaruh kegiatan komunikasi yang disampaikan komunikator terhadap komunikan
(penerima pesan).
c. Informasi
dalam proses komunikasi dapat terjadi tiga arah, yaitu dari atas ke bawah (top
down communication), komunikasi dari bawah ke atas (up word
communication) dan komunikasi mendatar (horizontal communication)
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, Organisasi dan Administrasi
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Jakarta: Rajawali Press, 1990
Asnawir, Dasar-Dasar
Administrasi Pendidikan, Padang: IAIN IB Press, 2005
Burhanuddin, Analisis Administrasi Manajemen
dan Kepemimpinan Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1994
Piet A. Suhertian, Dimensi
Administrasi Pendidikan di Sekolah, Surabaya: Usaha Nasional, 1994
Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam,
Jakarta: PT Ciputat Press, 2005
Wijaya H.A.W. Komunikasi
dan hubungan masyarakat. (Jakarta: Bumi Aksara. 2002)
Winardi, Kepemimpinan dalam Manajer, Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2000
Yusak Burhanuddin, Administrasi
Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2005
[2]Suharsimi Arikunto, Organisasi dan Administrasi
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, (Jakarta : Rajawali Press, 1990), h. 207
[5]Burhanuddin, Analisis
Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), h. 153
[8]Piet A.
Suhertian, Dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah, (Surabaya : Usaha
Nasional, 1994), h. 338
[11]Asnawir,
Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2005), h. 237
[13] Op.cit.
H.A.W. Widjaya. Hal. 18
[14]Asnawir,
Op. cit., h. 235




0 Response to "KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM"
Post a Comment