LANDASAN TEORITIS DAN TINJAUAN PUSTAKA (Metode Penelitian Pendidikan Islam)
LANDASAN TEORITIS DAN TINJAUAN PUSTAKA
(Metode
Penelitian Pendidikan Islam)
Abstrak
Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian
kepustakaan, untuk mengetahui pengertian, fungsi dan langkah penyusunan
landasan teori dan tinjauan pustaka. Landasan teori adalah seperangkat definisi, konsep serta proposisi yang
telah disusun rapi serta sistematis tentang variable-variabel dalam sebuah
penelitian. Tinjauan pustaka adalah bagian awal yang sangat penting untuk
dilakukan oleh seorang peneliti sebelum mulai melakukan penelitiannya, tinjauan
pustaka merupakan bentuk tulisan terencana dan terperinci, mengenai pandangan
tentang suatu penelitian yang telah dilakukan terhadap penelitian lain yang
sedang atau akan dilakukan.
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Dalam rangka
menghadirkan suatu karya ilmiah yang memiliki bobot tinggi, khususnya yang
terkait dengan penelitian, maka disinilah pentingnya landasan teori sebagai
rujukan dalam melakukan sebuah penelitian. Seorang peneliti akan merasa
terbantu dengan adanya teori, karena hal tersebut akan menjadi titik acuan
dalam proses penelitiannya. Sehingga dengan adanya referensi tersebut maka
penelitian yang dilakukan bukan hal coba-coba yang pada ujungnya menghasilkan
kekeliruan atau lazimnya lebih dikenal dengan istilah trial and error. Karena
hal tersebut merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan yang dapat
mendasari perumusan hipotesis.
Tinjauan pustaka merupakan
salah satu bab yang hampir selalu ditemukan dalam proposal penelitian dan
laporan penelitian, termasuk skripsi, tesis, dan disertasi. Tinjauan Pustaka
tidak ditemukan dalam sebuah artikel jurnal ilmiah atau prosiding seminar
ilmiah, dan fungsi Tinjauan Pustaka di sini diambil alih oleh bagian
Pendahuluan.
Istilah
tinjauan pustaka diterjemahkan secara langsung dari literature review. Namun demikian,
bagian ini tidak sekedar meninjau pustaka pada bagian permukaan saja, melainkan
jauh 'masuk ke dalam'. Hal itu diperlukan agar kita bisa melihat lebih banyak,
bisa melakukan evaluasi dan sintesis dari isi pustaka yang kita gunakan.
Maka
dari itu disini pemakalah mencoba untuk menguraikan secara sederhana mengenai
pengertian, fungsi dan tehnik penyusunan dari landasan teori dan tinjauan
pustaka, semoga bermanfaat.
Metode Penelitian
1. Jenis
penelitian
Penelitian ini
penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan, penelitian kepustakaan
merupakan jenis penelitian kualitatif yang pada umumnya tidak terjun ke
lapangan dalam pencarian sumber datanya. Penelitian Kepustakaan merupakan
metode yang digunakan dalam pencarian data, atau cara pengamatan (bentuk
observasi) secara mendalam terhadap tema yang diteliti untuk menemukan ‘jawaban
sementara’ dari masalah yang ditemukan di awal sebelum penelitian
ditindaklanjuti. Dengan kata lain Penelitian kepustakaan merupakan metode dalam
pencarian, mengumpulkan dan menganalisi sumber data untuk diolah dan disajikan
dalam bentuk laporan Penelitian Kepustakaan.
Penelitian
kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya
tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum
dipublikasikan. Contoh-contoh penelitian semacam ini adalah penelitian sejarah,
penelitian pemikiran tokoh, penelitian (bedah) buku dan berbagai contoh lain
penelitian yang berkait dengan kepustakaan.
2. Pengumpulan
data
Penelitian
kualitatif dalam penggalian data harus secara mendalam (seakar-akarnya). Dalam
melakukan pengumpulan data, peneliti harus tunduk (disesuaikan) dengan jenis
penilitian. Karena penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitiain
kualitatif maka biasanya sumber data utamanya adalah manusia dan benda-benda
empiris yang sesuai dengan tema penelitian.
Berdasarkan sumber buku Mestika Zed
(2008:81) metode penelitian kepustakaan Edisi 2, untuk membantu dalam
penelitian dengan riset kepustakaan atau bagaimana mencari referensi yang tepat
adalah sebagai berikut:
1) Miliki
ide umum tentang topik penelitian
2) Cari
informasi pendukung
3) Pertegas
fokus (perluas/persempit) dan organisasikan bahan bacaan
4) Cari
dan temukan bahan yang diperlukan
5) Reorganisasikan
bahan dan membuat catatan penelitian (paling sentral)
6) Review
dan perkaya lagi bahan bacaan
7) Reorganisasikan
lagi bahan/catatan dan mulai menulis.
3. Analisis
data
Penelitian
Kualitatif merupakan jenis penelitian yang kaya dengan analisis data untuk
memaknai sumber data yang telah ada, salah satunya menggunakan reduksi data
kemudian melakukan penarikan kesimpulan dengan menggunakan logika, estetika,
dan etika.
Nilai pustaka ditentukan oleh sifat
kebaruan pustaka dan luasnya publikasi pustaka. Internet memungkinkan pencarian
informasi berkait dengan topik menjadi sangat mudah. Informasi (data) tersedia
dalam berbagai format, oleh karena itu dalam memilih sumber pustaka harus
teliti sesuai dengan tema penelitian. Sumber pustaka disusun dari yang nilainya
paling tinggi adalah:
1) Jurnal
Ilmiah
2) Makalah/Prosiding
Konferensi/Seminar
3) Working
Paper
4) Publikasi
Pemerintah
5) Thesis
dan Disertasi (tidak dipublikasikan)
6) Buku
Teks
7) Bahan
Referensi: Ensiklopedia, Kamus.
Pembahasan
A.
Landasan Teori
1.
Pengertian
Teori
Salah satu unsur terpenting dalam penelitian yang memiliki peran sangat
besar dalam pelaksanaan penelitian adalah teori. Karena teori dengan unsur
ilmiah inilah yang akan mencoba menerangkan fenomena-fenomena sosial yang menjadi
pusat perhatian peneliti.[1]
Menurut Kerlinger, teori adalah serangkaian asumsi, konsep, konstrak,
definisi dan proposisi untuk menerangkan fenomena sosial secara sistematis
dengan cara merumuskan hubungan antar variabel. Berdasar pengertian tersebut,
definisi teori mengandung tiga hal. Pertama, teori adalah serangkaian proposisi
antar konsep-konsep yang saling berhubungan. Kedua, teori merangkan secara
sistematis atau fenomena sosial dengan sosial dengan cara menentukan hubungan antar
konsep. Ketiga, teori menerangkan fenomena-fenomena tertentu dengan cara
menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana
bentuk hubungannya.[2]
Penyusunan kerangka teori menurut Prof. Noeng Muhadjir, dalam makalahnya
yang berjudul ”Proses Mengkonstruksi Teori dan Hipotesis”, bagian teori harus
menampilkan bagian yang bulat yang disajikan secara holistik, tetapi juga bukan
sekedar penyajian konsep yang terpilah dan terpecah-pecah, sehingga konsep
tersebut akan lebih menarik untuk dikaji.
Tata fikir yang ditawarkan dalam penyusunan kerangka teori menggunakan
logika reflektif, yaitu logika yang mondar-mandir antara proses berfikir
induktif dan proses berfikir deduktif, dan tidak dipermasalahkan dari mana
harus dimulai. Alat berfikir bukan hanya sekedar mendasarkan pada generalisasi
dari rerata keberagaman individul dan rerata frekuensi kejadian, tetapi juga
konteks, esensi, indikasi pragmatik, fungsional, atau yang lainnya.
Oleh karena itu landasan teori dapat diartikan seperangkat definisi, konsep
serta proposisi yang telah disusun rapi serta sistematis tentang
variable-variabel dalam sebuah penelitian. Landasan teori ini akan menjadi
dasar yang kuat dalam sebuah penelitian yang akan dilakukan.
2.
Fungsi dan
Peranan Teori
Sesuai dengan definisi Kerlinger[3],
bahwa teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proporsi yang
menyajikan gejala-gejala sistematis, merinci hubungan antar variabel-variabel,
dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut, maka teori memiliki
fungsi antara lain:
a.
Menyediakan
kerangka konsepsi penelitian, dan memberikan pertimbangan perlunya penyelidikan
b.
Melalui teori
kita dapat membuat pertanyaan yang terinci untuk penyidikan.
c.
Menunjukkan
hubungan antar variable yang diteliti.
d.
Tinjauan
pustaka meliputi pengidentifikasian secara sistematis, penemuan, dan analisis
dokumen-dokumen yang memuat informasi
yang berkaitan dengan masalah penelitian
3.
Tehnik
Penyusunan Landasan Teori
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kerangka/
landasan teori, antara lain:
a.
Kerangka teori
sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti
dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab
II atau dibuat sub-bab tersendiri).
b.
Cara penulisan
dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas
dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.
c.
Untuk
memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip
kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila
menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku
dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut
adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan
tahun terbitan tidak berlaku
d.
Semakin banyak
sumber bacaan, maka kualitas penelitian yang akan dilakukan semakin baik, terutama
sumber bacaan yang terdiri dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal,
artikel dari majalah, koran, internet dan lain-lain.
Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian.
Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah
ditulis dibuku). Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional
disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis
pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun model
teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran
penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa
kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori
pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah
skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka
asumsi-asumsi harus dicantumkan.[4]
B.
Tinjauan
Pustaka
1.
Pengertian
Tinjauan Pustaka
Cooper
mendefinisikan Tinjauan Pustaka sebagai berikut:
"…a literature
review uses as its database reports of primary or original scholarship, and
does not report new primary scholarship itself. The primary reports used in the
literature may be verbal, but in the vast majority of cases reports are written
documents. The types of scholarship may be empirical, theoretical,
critical/analytic, or methodological in nature. Second a literature review
seeks to describe, summarise, evaluate, clarify and/or integrate the content of
primary reports."[5]
Yang pemakalah
artikan bahwa tinjaun pustaka diambil dari kata bahasa Inggris yakni literature review yaitu, tinjauan pustaka
merupakan bentuk tulisan terencana dan terperinci, mengenai pandangan tentang
suatu penelitian yang telah dilakukan terhadap penelitian lain yang sedang atau
akan dilakukan. Umumnya isi dari tinjauan pustaka bersifat kritis terhadap tema
yang diangkat.
Dalam sumber lain,
menyebutkan bahwa, Tinjauan pustaka atau disebut dengan nama lain tinjauan
pustaka adalah daftar referensi dari semua jenis referensi seperti buku, jurnal
papers, artikel, disertasi, tesis, skripsi, hand outs, laboratory manuals, dan
karya ilmiah lainnya yang dikutip di dalam penulisan proposal. Semua referensi
yang tertulis dalam tinjauan pustaka harus dirujuk di dalam skripsi. Referensi
ditulis urut menurut abjad huruf awal dari nama akhir/keluarga penulis pertama
dan tahun penerbitan (yang terbaru ditulis lebih dahulu).
Tinjauan
pustaka dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah satu bagian penting dari
keseluruhan langkah-langkah metode penelitian. Cooper dalam Creswell
mengemukakan bahwa tinjauan pustaka memiliki beberapa tujuan yakni;
menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat
dengan penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan
literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian
sebelumnya.[6]
Selanjutnya
Geoffrey dan Airasian mengemukakan bahwa tujuan utama tinjauan pustaka adalah
untuk menentukan apa yang telah dilakukan orang yang berhubungan dengan topik
penelitian yang akan dilakukan. Selain itu dengan tinjauan pustaka tidak hanya
mencegah duplikasi penelitian orang lain, tetapi juga memberikan pemahaman dan
wawasan yang dibutuhkan untuk menempatkan topik penelitian yang kita lakukan
dalam kerangka logis. Dengan mengkaji penelitian sebelumnya, dapat memberikan
alasan untuk hipotesis penelitian, sekaligus menjadi indikasi pembenaran
pentingnya penelitian yang akan dilakukan. Lebih lanjut Anderson mengemukakan
bahwa tinjauan pustaka dimaksudkan untuk meringkas, menganalisis, dan
menafsirkan konsep dan teori yang berkaitan dengan sebuah proyek penelitian.
Dalam
Penelitian biasanya diawali dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang
dihubungkan satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan.
Ide-ide dan konsep-konsep untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan
peneliti sendiri dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan
hasil kerja sebelumnya yang kita kenal juga sebagai literatur atau pustaka.
Literatur atau bahan pustaka ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau
landasan teoritis dalam penelitian.
Penelitian
biasanya diawali dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan
satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Ide-ide dan
konsep-konsep untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri
dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja
sebelumnya yang kita kenal juga sebagai literatur atau pustaka. Literatur atau
bahan pustaka ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau landasan
teoritis dalam penelitian.
Tinjauan pustaka:
menjelaskan laporan tentang apa yang telah ditemukan oleh peneliti lain atau
membahas masalah penelitian. Kajian penting yang berkaitan dengan masalah
biasanya dibahas sebagai subtopik yang lebih rinci agar lebih mudah dibaca.
Bagian yang kurang penting biasanya dibahas secara singkat. Bila ada beberapa
hasil penelitian yang mirip dengan masalah penelitian, maka dapat dituliskan:”Beberapa
penelitian juga telah dilaporkan dengan hasil yang hampir sama (Adam, 1976; Brown,
1980; Cartwright, 1981; Davis, 1985; Frost, 1987)”
Dari beberapa
pengertian mengenai tinjauan pustaka diatas. Dapat ditarik kesimpulan bahwa
tinjauan pustaka adalah bagian awal yang sangat penting untuk dilakukan oleh
seorang peneliti sebelum mulai melakukan penelitiannya. Kajian atau tinjauan
pustaka akan sangat menolong peneliti dalam menentukan hipotesis dari apa yang
akan diteliti berikut juga agar meyakinkan pembaca bahwa penelitian yang ia
lakukan belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga secara tidak langsung
tinjauan pustaka dapat menjadi sebuah acuan agar tidak ada plagiasi dalam
sebuah proses penelitian.
2.
Fungsi Tinjauan
pustaka
Fokus
penelitian yang sedang dikerjakan perlu diulas melalui tinjauan pustaka yang
dihasilkan. Tinjauan pustaka ini dapat berupa buku-buku teks, laporan hasil
penelitian, makalah, risalah, dan karya-karya ilmiah seperti skripsi, tesis dan
disertasi. Dalam Tinjauan pustaka, peneliti membuat deskripsi secara sistematis
tentang hasil penelitian sebelumnya, yang sejalan dengan topic penelitian yang
sedang dilakukannya. Dengan kata lain, topic penelitian dibandingkan dengan
kajian-kajian yang sama dengan hasil penelitian terdahulu.
Kesuma
(2007: 36), salah seorang ahli metodologi penelitian menyebutkan bahwa terdapat
tiga fungsi dari tinjauan pustaka, yaitu:[7]
1.
Untuk memastikan pernahnya masalah yang
lagi diteliti dilakukan oleh peneliti lain.
2.
Apakah masalah yang diteliti dikaji
secara komprehensif, lengkap dan hasilnya memuaskan atau tidak.
3.
Mengungkapkan kekhasan atau perbedaan
masalah yang akan diteliti. Berdasarkan uraian ini, penulis berpandangan bahwa tinjauan
pustaka sangat bermanfaat untuk memetakan posisi penilaian yang sedang
dilakukan.
Sejalan
dengan fungsi ini, tinjauan pustaka bermanfaat untuk:
1.
Memperdalam pengetahuan ihwal masalah
yang diteliti sehingga menguasainya.
2.
Menegaskan karangka teoritis yang
dijadikan landasan atau karangka berfikir terhadap masalah penelitian.
3.
Mempertajam konsep-konsep yang digunakan
sehingga memudahkan perumusan hipotesis-hipotesis, dan
4.
Menghindarkan terjadinya pengulangan
penelitian terhadap masalah yang diteliti.
Sehingga
terdapat dua manfaat penting dari tinjauan pustaka yaitu manfaat epistimologi
dan praktik. Manfaat epistimologi terkait dengan pendalaman pengetahuan,
penajaman teori, dan konsep yang terkait dengan focus penelitian. Manfaat
praktik terkait dengan tidak berulangnya penelitian yang sama.
Tinjauan Pustaka
merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah tesis atau disertasi. Ada
beberapa alasan yang melatarbelakangi adanya tinjauan pustaka dalam tulisan
ilmiah sebagaimana yang ditayangkan oleh Deakin University
Library:[8]
·
Untuk menunjukkan adanya celah-celah
kosong (gap) dalam literatur yang perlu diisi melalui penelitian
·
Untuk mencegah agar tidak terjadi
pengulangan yang tidak perlu dalam penelitian. Kita bisa melihat apa yang sudah
dilakukan dan apa yang belum. Jika sudah dilakukan, seberapa dalam pengetahuan
yang telah diperoleh dan kemungkinan untuk pengembangannya lebih lanjut.
·
Untuk mengetahui dari mana kita bisa
mulai. Penelitian adalah sebuah upaya untuk memperbaiki apa yang sudah
diperoleh sebelumnya.
·
Untuk mengetahui siapa saja yang telah
melakukan penelitian dan publikasi dalam bidang ilmu kita masing-masing.
Tujuannya adalah agar kita bisa lebih mudah membangun jejaring akademik.
·
Untuk meningkatkan pemahaman kita
tentang topik yang sedang kita geluti.
·
Untuk menunjukkan bahwa kita memiliki
akses terhadap database informasi ilmiah yang berhubungan dengan topik
penelitian kita
·
Untuk memberikan landasan teori terhadap
penelitian kita sehingga bisa menunjukkan posisi penelitian kita dibandingkan
dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
·
Untuk mengidentifikasi informasi dan ide
yang mungkin berhubungan dengan topik penelitian kita.
·
Untuk mengidentifikasi teknik dan metode
yang relevan dengan topik penelitian kita.
3.
Langkah-Langkah
Menyusun Tinjauan pustaka
Tinjauan
pustaka dalam sebuah penelitian ilmiah berarti menempatkan dan menyimpulkan
teori-teori dan konsep-konsep yang nantinya dapat memberikan kerangka kerja
dalam menjelaskan suatu topik dalam sebuah penelitian. Banyak cara dan
model membuat tinjauan pustaka, Creswell mengemukakan beberapa model sesuai
dengan pendekatan penelitian yang dilakukan. Untuk pendekatan kualitatif, model
pertama, peneliti menempatkan tinjauan pustaka pada bagian
pendahuluan, ini dimaksudkan agar tinjauan pustaka dapat menjelaskan latar
belakang secara teoritis masalah-masalah penelitian. Model kedua, menempatkan
tinjauan pustaka pada bab terpisah seperti halnya pada pendekatan
kuantitatif, model ketiga Tinjauan pustaka ditempatkan pada
bagian akhir penelitian bersamaan dengan literatur terkait. [9]
Untuk
pendekatan kuantitatif selain menyertakan sejumlah besar teori dan konsep
pada bagian pendahuluan juga memperkenalkan masalah atau menggambarkan secara
detail literatur dalam bagian khusus dengan judul seperti tinjauan
pustaka, kajian teori atau tinjauan pustaka, dan pada bagian akhir penelitian
meninjau kembali literatur terkait dan membandingkan dengan temuan penelitian.
Berikut
ini adalah sintesis dari langkah-langkah melakukan tinjauan pustaka
menurut Donald Ary dan Creswell sebagai berikut:[10]
1.
Mulailah dengan mengidentifikasi kata
kunci topik penelitian untuk mencari materi, referensi, dan bahan pustaka yang
terkait.
2.
Membaca abstrak laporan-laporan hasil
penelitian yang relevan, bisa didapatkan dari sumber perpustakaan, jurnal,
buku, dan prosiding.
3.
Membuat catatan hasil bacaan dengan cara
membuat peta literatur (literature map) urutan dan keterkaitan topik
penelitian dan referensi bibliografi secara lengkap.
4.
Membuat ringkasan literatur secara
lengkap berdasarkan peta literatur, sesuai dengan urutan dan keterkaitan topik
dari setiap variabel penelitian.
5.
Membuat tinjauan pustaka dengan
menyusunnya secara tematis berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep penting
yang berkaitan dengan topik dan variabel penelitian.
6.
Pada akhir tinjauan pustaka, kemukakan
pandangan umum tentang topik penelitian yang dilakukan berdasarkan literatur
yang ada, dan jelaskan orisinalitas dan pentingnya topik penelitian yang akan
dilakukan di banding dengan literatur yang sudah ada.
Langkah-langkah
di atas dapat digunakan untuk menulis tinjauan pustaka berbagai jenis
metode/pendekatan penelitian. Selain itu juga dapat mempersempit ruang lingkup
penelitian yang di ajukan sehingga rumusan masalah dan langkah penelitian
lebih jelas dan dapat dilakukan dengan baik.
Kesimpulan
1. Landasan teori adalah seperangkat definisi, konsep serta
proposisi yang telah disusun rapi serta sistematis tentang variable-variabel
dalam sebuah penelitian. Landasan
teori ini akan menjadi dasar yang kuat dalam sebuah penelitian yang
akan dilakukan.
2. Tinjauan Pustaka merupakan bentuk tulisan terencana dan terperinci,
mengenai pandangan tentang suatu penelitian yang telah dilakukan terhadap
penelitian lain yang sedang atau akan dilakukan. Umumnya isi dari tinjauan
pustaka bersifat kritis terhadap tema yang diangkat.
3. Langkah-langkah
penting dalam melakukan tinjauan pustaka adalah mengidentifikasi kata kunci
topik penelitian untuk mencari literatur yang berkaitan seperti jurnal,
buku-buku, dan penelitian lain yang relevan dengan penelitian yang akan di lakukan.
Selanjutnya membuat peta literatur yang mencerminkan keterkaitan teori-teori
dan konsep-konsep, kemudian mencatat bibliografi sumber literatur secara
lengkap, setelah itu membuat tinjauan pustaka dengan mendeskripsikan literatur
yang ada dalam sebuah tulisan yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
Daftar Pustaka
Arikunto,
Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta, 2010.
Ary,
dan Donald. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Diterjemahkan oleh
Arief Furchan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Cooper,
Harris M. “The structure of knowledge synthesis’ Knowledge in Society,” 1988.
Creswell,
John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods
Approaches. Diterjemahkan oleh Achmad Fawaid. Yogyakarta, 2010.
Kerlinger,
F. N. Founding Of Behavior Research. New York: Rinchart and Winston Inc,
1973.
Muhammad.
Metode penelitian bahasa. Yogyakarta: ar-Ruzz Media, 2011.
Singarimbun,
Masri, dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES,
1989.
[4] Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka
Cipta, 2010).
[6] John W Creswell,
Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches,
trans. oleh Achmad Fawaid (Yogyakarta, 2010).
[10] Ary dan Donald, Pengantar
Penelitian Dalam Pendidikan, trans. oleh Arief Furchan (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2004).

0 Response to "LANDASAN TEORITIS DAN TINJAUAN PUSTAKA (Metode Penelitian Pendidikan Islam)"
Post a Comment