Seni dan Budaya dalam Islam

Seni Budaya, dpapuka

Pengertian Seni Dan Budaya

Dari segi makna literal, seni ialah halus, indah atau permai. Dari segi istilah, seni ialah segala yang halus dan indah lagi menyenangkan hati serta perasaan manusia. Dalam pengertian yang lebih padu, ia membawa nilai halus, indah, baik dan suci berguna dan bermanfaat serta mempunyai fungsi dan nilai sosial.

Sedangkan Kebudayaan adalah hasil gagasan dan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan cara belajar.


Sikap Islam Terhadap Seni

Pada dasarnya, sesuatu yang indah itu disukai oleh Allah kerana Dia zat yang Maha Indah dan menyukai yang indah. Islam mempunyai kriterianya yang tersendiri untuk dijadikan pengukur pedoman bagi menentukan halal atau haramnya sesuatu karya seni itu. Kriteria pertama ialah seni atau karya seni itu mestilah baik yaitu yang mempunyai cirri-cirinya yang khusus. Antaranya ialah tidak merosakkan budi pekerti yang mulia serta tidak melalaikan orang dari beribadat dan mengingati Allah. Kriteria penolakan pula ialah seni atau karya seni tersebut buruk yaitu boleh merosakkan moral, melalaikan diri daripada beribadat kepada Allah dan sekaligus melupakanNya.

Namun pada sisi yang lain, berbagai larangan Nabi SAW dan para ulama mereka untuk melukis dan menggambar mahluk hidup dan membuat patung yang bernyawa/bersyahwat dalam mewujudkan corak keindangan ruangan meskipun hal ini tidak ditemukan teks-nya secara langsung dalam al-Qur’an, kegiatan mereka dalam mewujudkan gagasan keindahan, tak pernah kehilangan arah. Kreasi dan potensi seni mereka, kemudian dialihkannya pada berbagai bentuk kaligrafi Islam, dengan pola dan karaktersitik yang indah dan rumit. Mereka membentuk corak ragam hias ruangan, benda-benda antik seperti gelas atau guci, karpet, dan sebagainya dengan berbagai ornamen bunga-bungaan atau tumbuh-timbuhan yang dianggap bukan sejenis hewan atau manusia. Khusus untuk ruangan-ruangan tertentu atau tempat-tempat yang dianggap layak, biasanya selalu diselipi atau bahkan dimunculkan ayat-ayat al-Qur’an, hadits atau kata-kata hikmah, dengan pola seni tulis (kaligrafi), diwany, kuufy, riq’y, naskhy, tsulusty, atau yang lainnya yang sangat indah. Semua ini merupakan bentuk-bentuk kesatupaduan antara nilai-nilai seni dan budaya termasuk selipan nilai-nilai dakwah islamiyah secara umum. Berbagai desain interior muslim dimanapun, baik bangunan ibadah, istana maupun umum selalu menunjukkan muatan yang tak pernah kosong bagi para penghuninya, khususnya dalam menghubungkan antara dirinya dengan pemilik seluruh ruangan dan alam semesta, Allah Rabb al-‘alamin.

Ciri-Ciri Seni Dan Kebudayaan Dalam Islam

Seni dijadikan sebagai alat menyebarkan agama dan memperkukuhkan amal kebajikan dan kebaikan dikalangan ummah. Hasil seni boleh menjadi faktor pendorong yang intensif bagi mengingati dan memuji Allah. Daya seni yang dikurniakan oleh Allah adalah bertujuan untuk menimbulkan keikhlasan dan kesedaran dalam diri manusia. Dengan bakat seni yang ada, para seniman muslim ternyata mampu menggunapakai pelbagai teknik, bentuk seni yang terbuka di tempat yang berlainan ke dalam daerah seni dan budaya Islam.

Kesenian Islam menyahut seruan sebilangan keperluan asas masyarakatnya. Ia juga mengukuhkan persiapan individu untuk mematuhi ajaran Allah selaras dengan tujuan asas penciptaan mereka. Pernyataan seni ibarat kaedah di antara zat spiritual dan rangka material. Oleh itu, menjadi tanggungjawab para seniman untuk menterjemahkan idea Islam ke dalam bahasa seni. Menurut perspektif Islam, daya kreatif seni adalah dorongan atau desakan yangdiberikan oleh Allah yang perlu digunakan sebagai bantuan untuk memeriahkan kebesaran Allah.

Selain itu, seni juga menunjukkan seni kesatuan atau kesepaduan. Ia bermatlamat meletakkan mohor kesatuan Ilahi kepada kesetiaan perihal dan aktiviti manusia. Kesenian Islam malah semua kesenian tradisional memang sentiasa berorientasikan kepada ‘kegunaan’ : samada untuk spiritual seperti mihrat yang dihias dengan sinar larikan, seni dan ayat al-Quran mahupun pindahan ke atas objek kegunaan harian. Kesenian Islam tidak berkisar di sekitar manusia individu, ia mempunyai orientasi sosial dan berpaksikan kepada keperluan bersama manusia.


Peranan Dai Dalam Pengembangan Seni dan budaya islam

Dalam realitasnya, dai memiliki potensi cukup penting dalam menyiarkan agama Islam, melalui jalan inilah dai juga berperan besar dalam pengmbangan seni dan budaya islam kepada masyarakat. seperti sejarah wali songo dalam menyiarkan agama islam mereka menggunakan seni dan budaya sebagai perantara dalam penyebaran agama islam.

Posisi seorang dai jadi memperoleh tempat yang prestisius di masyarakat, Dai bukan hanya dipahami sebatas guru atau juru dakwah belaka, melainkan kedudukannya disetarakan dengan kalangan elite (lokal jenius) serta dijadikan "panutan" lingkungan maupun komunitasnya. Ini juga berpengaruh sangat besar dalam dalam mengembangkan seni ndan budaya islam pada masyarakat.


Jenis – Jenis Seni Islam
  1. Seni suara
  2. Seni rupa
  3. Seni pakaian
  4. Seni sastra

0 Response to "Seni dan Budaya dalam Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel