INOVASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
INOVASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
A. Pengertian Inovasi Pendidikan
Inovasi Pendidikan adalah suatu pembaharuan dalam pendidikan baik menyangkut ide, praktek, metode atau obyek dan secara kualitatif berbeda dari hal-hal yang ada sebelumnya dan sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan pendidikan dan memecahkan masalah pendidikan.[1]
Inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang penddikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Inovasi pendiidkan yaitu suatu ide, barang, metode yang yang diamati sebagai hal yang baru bagi hasil sesorang atau kelompok orang, baik berupa hasil inverse dan discoversy yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan dalam memecahkan masalah pendidikan. [2]
Menurut kami:
Inovasi yaitu menemukan atau mengenal sesuatu hal-hal yang baru untuk mencapai suatu perubahan yang diinginkan dan menuju perubahan yang lebih baik. Inovasi adalah suautu perubahan yang baru saja direncanakan atau dilaksanakan untuk meraih suatu hasil yang baik agar tercapai suatu tujuan dan sesuatu yang diinginkan.
Inovasi yaitu penemuan baru yang diciptakan oleh pemikiran manusia itu sediri untuk mencapai tujuan.
Inovasi juga dapat dikatakan sebagai suatu gagasan atau perbuatan yang telah direncanakan agar dapat memecahkan permasalahan yang ada. Sesuatu yang baru tidak selamanya dikatakan sebagai inovasi, karna sesuatu yang baru itu bias diartikan sebagai pemahaman yang baru saja diketahui atau diterima, sedangakan inovasi merupakan perubahan yang direncanakan sebelumnya untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.
Inovasi pendidikan adalah perubahan pendidikan yang dilakukan dengan berbagai usaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses pendidikan agar apa yang diharapkan bias terwujud dan untuk dapat mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
Inovasi pendidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk menghadapi zaman untuk memeberikan pandangan dan harapan agar apa yang diinginkan bias terwujud sesuai tujuan.
B. Tujuan Inovasi Pendidikan
Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas, sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat, waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.[3]
Menurut kami:
Tujuan inovasi pendidikan yaitu memperbaharui pendidikan untuk menanggapi masalah-masalah yang ada dan dihadapi. Tujuan inovasi pendidikan diadakan dapat juga untuk mengetahui perkembangan dan menegmbangkan potensi dan sebagai pendekatan agar dapat lebih efektif.
Tujuan inovasi pendidikan di Indonesia yaitu:
1. Unutk meraih dan mencapai ketertinggalan yang sudah dicapai oleh kemajuan ilmu dan teknologi, sehingga pendidikan di Indonesia dapat lebih maju.
2. Berusaha untuk tercapai terselenggaranya pendidikan bagi warga Negara.
3. Untuk meningkatkan mutu siswa dalam proses belajar mengajar yang dirasakan menrun, agar tercipta peserta didik yang lebih aktif, kreatif, dalam pemecahan masalah.
C. Masalah Yang Menuntut Inovasi
Masalah-masalah yang menuntut diadakan inovasi pendidikan di Indonesia, yaitu :
1. Perkembangan ilmu penegetahuan dan teknologi.
2. Pertambahan penduduk.
3. Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
4. Menurunnya kualitas pendidikan.
5. Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
6. Belum mekarnya alat organisasi yang efektif serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan akan datang.[4]
Perkembangan ilmu pengetahuan dapat mewujudkan teknologi yang lebih maju dalam mengarungi kehidupan pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia. Sistem pendidikan di Indonesia yang ada belum bisa mencapai kemajuan-kemajuan, sehingga dunia pendidkan di Indonesia belum bias menghasilkan tenaga yang dapat membangun suatu keterampilan untuk mencapai keinginan.
Pertambahan penduduk dapat menuntut adanya perubahan, dan menambah keinginan masyarakat untuk meraih dan mendapatkan pendidikan yang sempurna. Munculnya gerakan inovasi berhubungan dengan masalah yang dihadapi dunia pendidikan.
Kualitas yang ada dalam dunia pendidikan menurun belum bisa meraih dan mencapai perkembangan ilmu pengetahuan dan perekmbangan teknolog, dan akan menciptakan perubahan agar dapat maju dan tidak tertinggal.
Masyarakat mengharapkan lembaga pendidikan yang dapat menjamin kualitas yang baik dalam dunia pendidikan dan dalam pembangunan pendidikan yang baik.
D. Upaya Inovasi Pendidikan
1. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)
Adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang di tugaskan untuk mengembangkan suatu sistem pendidikan dasar dan menengah. Dalam proyek ini mengunakan pengajaran modul yanng artinya program belajar mengajar yang dapat di pelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari pihak guru. Pengajaran ini berisikan tujuan yang harus di capai secara praktis, petunjuk petunjuk yang harus dilakukan , materi dan alat yang di butuhkan, alat penilaian guru yang mengukur keberhasilan murid dalam mengerjakan modul.
2. Kurikulum 1975
Adapun ciri-ciri khusus kurikulum 1975, antara lain :
a. Menganut Pendekatan yang berorientasi pada tujuan.
b. Menganut pendekatan yang integrative
c. Kurikulum yang menekankan pada efisien dan efektifitas
d. Mengharuskan guru untuk mengunakan teknik penyusunan program pengajaran yang di kenal Prosedur Penngembangan Sistem Intruksional (PPSI)
e. Sistem Evaluasi.
Adapun prinsip yang melandasi kurikulum 1975 adalah :
a. Fleksibilitas Program
b. Efisiensi dan Efektifitas
c. Kontiunitas
d. Berorientasi pada tujuan
e. Pendidikan seumur hidup
3. Proyek Pamong (Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang Tua dan Guru)
Proyek ini dilaksanakan oleh Pemerintah dalam rangka memberantas anak buta huruf agar kualitas manusia dapat terangkat sejajar melalui jalur pendidikan.
4. SMP Terbuka
Sasaran pendidikan ini adalah anak usia sekolah yang putus sekolah dari sekolah dasar, yang tidak mempunyai biayadan kurangnya waktu untuk sekolah pada umumnya.
5. Universitas Terbuka
Yang bertujuan untuk meningkatkan daya tampung perguruan tinggi pemerintah.
6. Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Pendidikan
Adapun sasarannya adalah :
· Pengadaan tenaga kerja kependidikan dalam jumlah dan kualifikasi yang tepat.
· Pengembangan dan pembaharuan ilmu pendidikan
· Perencanaan dan pembaharuan terpadu
7. Kurikulum 1984
Adapun pokok-pokok kurikulum ini adalah :
· Proses belajar mengajar yang di gunakan adalah pemdekatan ketrampilan proses yang di wujudkan dalam bentuk CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
· Penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar dan penilaioan proses belajar siswa
· Menerapkan sistem kredit
8. Kurikulum 1994
9. Kurikulum 2004 (KBK)
Ciri-ciri KBK adalah :
· Menekankan pada kepercapaiannya kompetensi siswa baik secara individual maupun kalsikal.
· Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
· Penyampaian dalam pembelajaran mengunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
· Sumber belajar bukan hanya guru tetapi juga sumber lain yang memenuhi unsur edukatif
· Penilaiannya menekanlkan proses dan hasil dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi
10. Kurikulum 2006 (KTSP)
Karakteristik KTSP antara lain :
· Pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan
· Partipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi
· Kepemimpinan yang demokratis dan profesional
· Team –Work yang kompak dan transparan
· Sistem informasi yang jelas dan transparan
· Sistem penghargaan dan hukuman yang proporsional, adil dan transparan.
E. Faktor Yang Mempengaruhi Inovasi Pendidikan
1. Pandangan terhadap Pendidikan
2. Pertambahan Penduduk
3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
4. Tuntutan adanya proses Pendidikan yang Relavan
F. Perkembangan Kurikulum Dari Masa Ke Masa
· Tahun 1968 : Berorientasi Pada Materi(Subject Matter Oriented)
· Tahun 1975 : Berorientasi Pada Tujuan (Output Oriented)
· Tahun 1984 : Penyempurnaan Kurikulum Th.1975
· Tahun 1994 : Berorientasi Pada Tujuan
· Tahun 1999 : Kurikulum Suplemen
· Tahun 2004 : Berorientasi Pada Kompetensi
G. Refitalisai Pendidikan
a. Baca dan Pena
Disini dimaksudkan bahwa sistem pendidikan yang didasari ideologi yang tidak memanjakan anak hingga anak didik tidak merasa dimanjakan oleh alam
b. Format baru pola pendidikan pada masyarakat multikultural dalam perspektif sisdiknas
c. Pendidikan bagaimana semestinya eksis
d. Pengembangan Kurikulum
Kurikulum dalam bahasa latinnya berarti”runaway” yang berarti melarikan diri dalam rangka mengejar tujuan yaitu mencapai tujuan dengan memenuhi serangkaian mata pelajaran yang di tawarkan.[6]
Mengemukakan bahwa pengembangan kurikulum perlu adanya perancangan strategis S = Specific,tertentu, tidak umum
M = Measurable, dapat diukur
A = Acceptable, dapat diterima
R = Realistic, dapat dijangkau
T = Time bound, ada batas waktu
Penentuan status materi kurikulum
1. Penting untuk tahu – Important To Know
2. Perlu untuk tahu – Good To Know
3. Baik Jika – Nice To Know
Tahapan Pengembangan Kurikulum
1. Desaigning
2. Planning
3. Implementing
[1] Mahmud Sani, Pengantar Ilmu pendidikan. 2009. Hal:160.
[2] Manan Ibrahim, Dasar-Dasar Budaya Pendidikan. 1988. Hal:
[3] Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan, 2005. Hal:191.
[4] Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. 2008. Hal:191-193.
[5] Arikunto, Konsep Perkembangan Kurikulum Pendidikan Islam.2009. Hal:2
[6] Sahal Mahfud, Antologi Studi Agama dan Pendidikan. 2004. Hal: 67.
[7] Robi’in, Artikel,Pendidikan Profit orientied. 2011. Hal: 56
0 Response to "INOVASI PENDIDIKAN DI INDONESIA"
Post a Comment