Definisi Supervisi Pengawas Sekolah
Pengertian Supervisi
Inspeksi berasal dari istilah bahasa Belanda inspectie. Di dalam bahasa Inggris dikenal inspection. Kedua kata tersebut berarti pengawasan, yang terbatas kepada pengertian mengawasi apakah ( dalam hal ini guru ) menjalankan apa yang telah diinstruksikan oleh atasannya, dan bukan berusaha membantu guru itu ( Ngalim purwanto, 1990 ). Disisi lain kita melihat model supervisi masa yang lewat memang sifatnya inspeksi, dan seringkali kedatangan mereka kesekolah lebih banyak dirasakan oleh para guru sebagai kedatangan seorang petugas yang ingin mencari kesalahan. Dengan kesan seperti itu, apabila ada seorang inspektur datang, kepala sekolah/ madrasah maupun guru cenderung merasa takut karena merasa akan dicari kesalahnnya. Hal inilah sehingga model inspeksi tidak bisa dipakai lagi untuk keadaan sekarang. Sekarang menerapkan sistem upaya bantuan ditujukan kepada kepala sekolah/ guru dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran disekolah.
Dalam perkembangan berikutnya supervisi selanjutnya dikenal istilah penilikan dan pengawasan mempunyai pengertian suatu kegiatan yang bukan hanya mencari kesalahan objek pengawasan itu semata-mata, tetapi juga mencari hal-hal yang sudah baik, untuk dikembangkan lebih lanjut. Pengawas bertugas melakukan pengawasan, dengan memperhatikan semua komponen sistem sekolah/madrasah dan peristiwa yang terjadi sekolah/ madrasah ( Piet Sehartian ; 1997 ).
Monitoring seringkali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan pemantauan. Monitoring berarti kegiatan pengumpulan data tentang suatu kegiatan sebagai bahan untuk melaksanakan penilaian. Dengan kalimat lain, monitoring merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengetahui apa adanya tentang sesuatu kegiatan yang ditujukan untuk mengetahui apa adanya tentang sesuatu kegiatan. Di dalam monitoring seseorang hanya mengumpulkan data tanpa membandingkan data tersebut dengan criteria tertentu.
Lebih jauh pada konsep lainnya dikatakan bahwa kegiatan penilaian yang juga disebut evaluasi, merupakan suatu proses membandingkan keadaan kuantitatif atau kualitatif suatu objek dengan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi dimaksudkan untuk melihat apakah dengan sumber yang tersedia, sesuatu kegiatan telah mengikuti proses yang ditetapkan serta mencapai hasil yang diinginkan. Penilaian dengan membandingkan antara apa yang dicapai dengan apa yang ditargetkan disebut penilaian tentang keefektifan, sedangkan penilaian dengan membandingkan dengan antara apa yang dicapai dengan berapa banyak sumber yang dikorbankan untuk itu disebut dengan penilaian tentang efeisiensi.
Apabila pengawasan, monitoring serta penilaian masih dalam tahapan usaha mengetahui status suatu komponen atau kegiatan sistem serta memahami kekurangan dan atau kekuatannya, maka supervisi mengandung pengertian tindakan. Supervisi dalam arti yang luas yaitu pengertian bantuan dan perbaikan ( Piet Sehartian ; 2008 ).
Lucio dan McNeil ( 1989 ) mendifinisikan supervisi meliputi :
- Tugas perencanaan, yaitu untuk menetapkan kebijaksanaan dan program.
- Tugas administrasi, yaitu pengambilan keputusan serta pengkoordinasian melalui konsultasi dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran.
- Partisipasi secara langsung dalam pengembangan kurikulum.
- Melaksanakan demonstrasi mengajar guru- guru .
- Serta melaksanakan penelitian.
Sergiovanni dan Starrat ( 1980 ) berpendapat bahwa tugas utama supervisi adalah perbaikan situasi pembelajaran disekolah/ madrasah.
Dari definisi tersebut, kelihatannya ada kesepakatan umum, bahwa kegiatan supervisi pengajaran ditujukan untuk perbaikan pengajaran ( pembelajaran ). Perbaikan itu dilakukan melalui peningkatan kemampuan profesioanl guru dalam melaksanakan tugasnya. Untuk memudahkan kita dalam memahami supervisi pengajaran, supervisor diupayakan untuk memberikan bantuan kepada guru-guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Proses pembelajaran agar berjalan dengan baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. kualitas guru dari segi keilmuan. b. kemampuan dalam melaksanakan metode pembelajaran dengan baik. c. variasi model-model pembelajaran hendaknya dapat menyentuh dan memberdayakan kreativitas siswa baik secara individual maupun secara kelompok. d. penilaian seyogyanya dilakukan secara terus-menerus agar gambaran tingkat keberhasilan siswa semakin jelas. Oleh karena itu bagi seorang guru harus dapat melaksanakan persyaratan yang dimaksud.
Dalam karangka keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah, supervisi mempunyai kawasan tugas sebagai bagian dari kegiatan sekolah/madrasah itu secara keseluruhan yang langsung berhubungan dengan pengajaran tetapi tidak langsung berhubungan dengan siswa.
0 Response to "Definisi Supervisi Pengawas Sekolah"
Post a Comment