THALES DARI MILETUS
THALES DARI MILETUS
![]() |
| Thales of Miletus |
- Lahir: 624 SM, Miletos, Turki
- Meninggal: 546 SM, Miletos, Turki
- Kebangsaan: Yunani
- Aliran: Filsafat Ionian, Mazhab Miletos, Filsafat Alam
- Gagasan penting: Air adalah prinsip dasar segala sesuatu, Teorema Thales
- Buku: L'empire c'est la souveraineté du people
SANG PENDOBRAK MITOS
•Thales adalah pemikir pertama dalam sejarah filsafat barat yang mencoba membaca gejala alam tanpa menghubungkannya dengan kehendak para dewa yang saat itu digambarkan dengan simbol dewa yang berbentuk dan berprilaku seperti manusia (Anthropomorphic Gods). Misalnya petir dari kemarahan Zeus dan badai dari kemarahan Poseidon.
•Ia mencoba menjelaskan berbagai gejala alam pada saat itu dengan pendekatan yang akan menjadi metode ilmiah modern yang dikenal saat ini.
PEMIKIRAN THALES
•You don’t need Hapi to Make The Nile Flood (Thales)
•Gempa bumi: Bumi adalah lempengan yang berada di atas gugusan air yang tak terbatas luasnya. Gempa terjadi ketika terjadi hantaman gelombang besar yang menggoyangnya
![]() |
| Gempa Bumi Menurut Yunani Kuno |
•I did not become a father because I am fond of children
Pada suatu waktu, Solon pergi mengunjungi Thales di kota lain yaitu kota Miletus. Saat bercengkerama dengan Thales,
Solon bertanya, “Wahai Thales yang bijak, mengapakah engkau tidak menikah atau memiliki anak?”
Thales menjawab: “Nanti Akan kuberitahukan alasan dari keputusanku itu padamu.”
Solon kemudian jalan-jalan di kota Miletus. Tak sengaja ia bertemu seorang pemuda yang baru saja tiba dari Athena. “Ada pemakaman seorang pria muda yang meninggal saat ayahnya sedang pergi. Ayahnya adalah orang terpandang di Athena", demikian kata pemuda itu. "Oh Kasihan," kata Solon dengan wajah kuatir. "Tapi siapa nama ayahnya? Siapa tahu aku mengenalnya sebab aku juga berasal dari Athena." Pemuda itu menjawab: “Katanya nama ayahnya Solon.” Mendengar jawaban pemuda itu, wajah Solon-pun terkejut, shock, sedih dan hatinya sangat hancur.
Tiba-tiba datanglah Thales. "Solon oh Solon.... Mengapa kau bersedih?” Tanya Thales. Solon menceritakan perihal kematian putranya. Tetapi, Thales hanya tertawa dan berkata bahwa pemuda itu tidak datang dari Athena. “Dia adalah rakyat Miletus. Seorang aktor dikota ini yang aku sewa untuk bercerita padamu.”
Solon sangat terkejut mendengar kata-kata Thales, “Wahai Thales, mengapakah engkau
melakukan hal ini???”
“Untuk menjawab pertanyaanmu, sahabatku. Engkau bertanya mengapa aku tidak menikah dan punya anak... Nah, sekarang kau mengetahui alasan keputusanku perihal mengapa aku tidak menikah atau memiliki anak.” Ujar Thales.
“Kehilangan kedua hal itu terlalu sulit untuk ditanggung, bukan? Bahkan oleh-mu yang memiliki semangat dan keberanian.” Jelas Thales
•MENGUKUR TINGGI PIRAMID
Panjang bayangannya sama dengan tingginya, berarti panjang bayangan pyramid sama dengan tinggi piramid.
![]() |
| Mengukur Tinggi Piramid, Thales |
- Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.
- Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
- Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.
- Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku. Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.
![]() |
| Teorema Thales |
•DAYA LISTRIK DAN MAGNET
- Amber (batu amber) -- dari bahasa Arab anbar-- yang digosok dengan sutera menghasilkan bunga api dan sepertinya memiliki kekuatan magis untuk menarik partikel dari bulu dan jerami. Bahasa Yunani dari amber adalah electron dan dari sinilah kita mengenal electricity, electon dan electronics.
- Thales juga mencatat bahwa terdapat kekuatan zat aktif antara dua buah batu magnetik alami. Batu ini ditemukan disebuah tempat yang disebut Magnesia, dan dari sinilah kita mengenal kata magnet dan magnetism.
- Saat itu, kejadian alam ini belum dapat dijelaskan secara ilmiah kecuali menganggapnya sebagai sebuah “sihir” semata
•MERAMALKAN GERHANA MATAHARI
Menurut Herodotus, Thales meramalkan gerhana matahari 28 Mei 585 SM.
Herodotus menulis bahwa pada tahun keenam perang, Lydia di bawah Raja Alyattes dan Medea di bawah Cyaxares yang terlibat dalam pertempuran terkejut ketika tiba-tiba siang berubah menjadi malam, yang menyebabkan kedua belah pihak menghentikan pertempuran dan menegosiasikan perjanjian damai. Herodotus menyebutkan bahwa hilangnya cahaya matahari telah diprediksi oleh Thales.
•All things are from water and All things are resolved into water (Thales)
- Air adalah unsur dasar kehidupan dan unsur dasar dunia ini. Bumi ini sendiri berada diatas air.
- Sebagai orang pesisir, dia dapat melihat setiap hari betapa laut menjadi sumber hidup. Di Mesir, ia melihat nasib rakyat di sana bergantung kepada air Sungai Nil yang menyuburkan tanah di sepanjang alirannya. Jika tidak ada Sungai Nil yang melimpah airnya, negeri mesir menjadi padang pasir.
- Sebagai seorang saudagar pelayar, Thales melihat kedahsyatan air laut. Sewaktu-waktu air laut menggulung dan menghanyutkan, memusnahkan serta menghidupkan. Bibit dan buah kayu-kayuan yang ditumbangkannya itu dihanyutkan dan dihantarkannya ke pantai tanah lain. Bibit dan buah tumbuh di sana, kemudian menjadi tanaman hidup.
- Semua bahan makanan dan semua makhluk hidup mengandung air, serta semuanya memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk ( padat, cair dan gas ) tanpa menjadi berkurang.
Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dari segala sesuatu, karena ia melihat bahwa segala sesuatu bergantung kelembabannya dan kelembaban itu berarti kadar airnya; dan kiranya sesuai untuk menjadikan air ini sebagai prinsip segala sesuatu, dimana disanalah ditemukan manfaat dan kekuatan segala sesuatu, khususnya unsur-unsur penciptaan kembali dan perbaikannya. Ia melihat pembiakan binatang dalam bentuk air; benih dan biji tanaman (selama masih segar dan produktif), juga lembut dan lunak; logam juga meleleh dan menjadi cair, sebagaimana dalam inti bumi atau air mineral. Bumi itu sendiri hidup dan pulih kembali melalui pengairan atau irigasi, sementara lumpur itu tidak lain berasal dari sisa dan endapan air; udara juga dapat dikatakan sejenis hembusan dan perluasan dari air; bahkan api tak mungkin menyala atau terjaga nyalanya tanpa ada kelembaban tertentu. (Francis Bacon)
Filsafat Yunani tampak seolah dimulai dengan ide absurd, dengan satu proposisi bahwa air adalah asal-usul dan sumber segala sesuatu. Haruskah kita anggap serius proposisi
tersebut? Ya, karena tiga alasan. Pertama, karena proposisi tersebut mengajarkan kita adanya asal-usul segala sesuatu; kedua karena proposisi tersebut adalah hasil dari penalaran yang menghindari gambaran dan cerita-cerita dongeng; dan ketiga, dalam proposisi tersebut terkandung benih gagasan all things are one. (Bertrand Russell)
• JIWA THALES
Pandangan Thales tentang jiwa bersifat animisme; Aristoteles menamakan pendapat Thales yang menyatakan bahwa jagad raya ini memiliki jiwa dengan nama hylezoisme.
Dalam pandangan Thales, bukan saja makhluk hidup mempunyai jiwa, tetapi juga benda mati. Kepercayaan Thales tersebut antara lain didasari oleh pengalamannya, besi berani dan batu api yang digosok sampai panas dapat menarik barang yang berada di dekatnya. Karena itulah Thales mempunyai pandangan bahwa segala sesuatu mempunyai jiwa.
• WAKTU (Thales)
- Time is wisest because it discovers everything.
- Time is the wisest of all things; for it brings everything to light.
• HARAPAN (Thales)
- Harapan adalah satu-satunya hal yang dapat dimiliki semua orang; mereka yang tidak memiliki apapun, masih bisa memiliki harapan.
- Bagaimana seseorang dapat menanggung kezaliman/kemalangan? Dengan menyimpan harapan akan melihat musuhnya akan mengalami yang lebih buruk
• MENCELA (Thales)
- Tak ada sesuatu pun yang tak layak cela, karena segala sesuatu ada kekurangannya dan tidak sempurna.
- Hindari melakukan sesuatu yang akan kau cela jika orang lain melakukannya
• THALES SAID
- If there is neither excessive wealth nor immoderat proverty in a nation, then justice maybe said to prevail (Thales)
- All things are full of gods (Thales)
- Suretyship (dogma) is the precursor of ruin (Thales)
- Someone asked him if it would be possible to hide evil from the gods. He said, “not even in your thoughts.” (Thales)
- To the adulterer who wanted to know if he should swear he didn’t commit adultery, he said, “adultery’s not worse than perjury.” (Thales)
- A multitude of words is no proof of a prudent mind (Thales)
- I will be sufficiently rewarded if when telling it to others you will not claim the discovery as your own, but will say it was mine (Thales)




0 Response to "THALES DARI MILETUS"
Post a Comment