TEORI PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
TEORI PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
A. Pendahuluan
Sejarah
pendidikan di Indonesia dalam perjalanannya, sudah menjadi stigma negatif dalam
masyarakat karena seringnya berubah tetapi kualitasnya masih tetap diragukan.
Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai program pendidikan yang dikehendaki.
Sebagai sarana, kurikulum tidak akan berarti jika tidak ditunjang oleh sarana
dan prasarana yang diperlukan seperti sumber-sumber belajar dan mengajar yang
memadai, kemampuan tenaga pengajar, metodologi yang sesuai, serta kejernihan
arah serta tujuan yang akan dicapai. Pelaksanaan suatu kurikulum tidak terlepas
dari arah perkembangan suatu masyarakat. Perkembangan kurikulum di Indonesia
pada zaman paska kemerdekaan hingga saat ini terus mengalami perubahan sesuai
dengan tuntutan zaman serta terus akan mengalami penyempurnaan dalam segi
muatan, pelaksanaan, dan evaluasinya.
Perubahan
kurikulum dapat bersifat sebagian, tetapi dapat pula bersifat keseluruhan yang
menyangkut semua komponen kurikulum. Pembaharuan kurikulum biasanya dimulai
dari perubahan konsepsional yang fundamental yang diikuti oleh perubahan
struktural. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila hanya terjadi pada
komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja, isi saja, metode saja, atau
sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum bersifat menyeluruh bila
mencakup perubahan semua komponen kurikulum. Dalam perjalanan sejarah sejak
tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada
tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, dan 2004, 2006 dan tak
ketinggalan juga kurikulum terbaru yang baru saja diterapkan di tahun ajaran
2013/2014. Sebelum pelaksanaan penerapan kurikulum 2013 ini, pemerintah telah
melakukan uji publik untuk menentukan kelayakan kurikulum ini di mata publik.
Kemudian pada akhirnya di tahun 2014 kurikulum ini telah diberlakukan secara
bertahap.
Pada Kesempatan
ini saya akan membahas teori perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 di
Indonesia.
B. Pembahasan
1. Pengertian Kurikulum
Kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan
yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi
rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu
periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan
dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan
pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.[1]
Selain pengertian diatas, berikut ini beberapa pengertian kurikulum yang
dikemukakan oleh para ahli:[2]
1)
Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968):
Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara
individu ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
2)
Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966):
Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk
membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
3)
Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans
(1967): Kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh
pihak sekolah.
4)
Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter
(1973): Kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pelajaran yang
sistematik.
5)
Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun
2003: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Kurikulum dari pengertian secara umum dan pengertian yang dikemukakan
oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan sebuah rancangan
pendidikan yang disusun menjadi acuan pembelajaran dan sekaligus menjadi tolok
ukur proses pembeljaran itu sendiri.
2. Fungsi Kurikulum
Kurikulum dalam dunia pendidikan memiliki beberapa fungsi sebagai
berikut:[3]
1)
Fungsi Kurikulum Dalam Rangka Mencapai Tujuan
Pendidikan.
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk
mencapai tujuan pendidikan. Dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang
diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan
bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan negara mempunyai filsafat
dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi
agama, ideologi, kebudayaan, maupun kebutuhan negara itu sendiri. Dengan
demikian, dinegara kita tidak sama dengan negara-negara lain, untuk itu, maka:
a)
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional,
b)
Kurikulum merupakan program yang harus
dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai
tujuan itu,
c)
Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar
terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan.
2)
Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan.
Kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan mempunyai fungsi sebagai
berikut:
a)
Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang
diinginkan,
b)
Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan
sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi : Jenis program pendidikan
yang harus dilaksanakan; Cara menyelenggarakan setiap jenis program pendidikan;
Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program pendidikan.
3)
Fungsi Kurikulum Bagi Guru.
Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai dengan
kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembang kurikulum dalam rangka
pelaksanaan kurikulum tersebut.
4)
Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah.
Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur
keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah
dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kcegiatan proses pendidikan
yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
3.
Sejarah
Kurikulum di Indonesia
Sejarah
kurikulum di Indonesia, adalah sebagai berikut:[4]
1)
Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)
Kurikulum yang digunakan di Indonesia dipengaruhi oleh tatanan sosial
politik Indonesia. Negara-negara penjajah yang mendiami wilayah Indonesia ikut
juga mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda,
setidaknya ada tiga sistem pendidikan dan pengajaran yang berkembang saat itu.
a)
Pertama, sistem pendidikan Islam yang
diselenggarakan pesantren.
b)
Kedua, sistem pendidikan Belanda. Sistem
pendidikan Belanda diatur dengan prosedur yang ketat dari mulai aturan siswa,
pengajar, sistem pengajaran, dan kurikulum. Sekolah-sekolah dibentuk dengan
membedakan pendidikan antara anak Belanda, anak timur asing, dan anak pribumi.
Golongan pribumi ini masih dipecah lagi menjadi masyarakat kelas bawah dan
priyayi.
c)
Setelah Indonesia merdeka, yakni tahun 1945, di
awal pemerintahannya pemerintah secara bertahap mulai mengkonstruksi kurikulum
sesuai dengan kondisi saat itu. Tiga tahun setelah Indonesia merdeka mulailah
pemerintah membuat kurikulum sederhana yang disebut dengan “Rencana Pelajaran”.
2)
Kurikulum Berorientasi Pencapaian
Setelah Indonesia memasuki masa orde baru, tatanan kurikulumpun
mengalami perubahan dari “Rencana Pelajaran” menuju kurikulum berbasis pada
pencapaian tujuan. Dalam konteks ini subjek kurikulum adalah akademik.
Kurikulum ini menekankan pada isi atau materi pelajaran yang bersumber dari
disiplin ilmu. Kurikulum ini mulai dikembangkan sejak tahun 1975 hingga 1984.
a)
Kurikulum 1975
Sebagai pengganti kurikulum 1968, kurikulum ini menggunakan prinsip
sebagai berikut: Berorientasi pada tujuan; Menganut pendekatan integrative
dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang
kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif; Menekankan kepada
efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu; Menganut pendekatan sistem
instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional
(PPSI).
b)
Kurikulum 1984
Menjelang tahun 1983, melihat antara kebutuhan dan tuntutan masyarakat
juga ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan kurikulum 1975 dianggap
tidak sesuai lagi, oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum. Kurikulum
1984 tampil sebagai revisi terhadap kurikulum 1975. Kurikulum 1984 memiliki
ciri-ciri sebagai berikut: Berorientasi kepada tujuan instruksional; Pendekatan
pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA);
Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral; Menanamkan
pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan; Materi disajikan
berdasarkan tingkat kesiapan siswa.
c)
Kurikulum 1994
Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, di
antaranya sebagai berikut : Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan
sistem caturwulan; Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran
yang cukup padat; Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan
satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia; Dalam pelaksanaan
kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa
aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial; Dalam pengajaran
suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan pokok bahasan dan
perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian
antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang
menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah; Pengulangan
materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa.
d)
Kurikulum Berbasis Kompetensi dan KTSP
Kurikulum yang berorientasi pada pencapaian tujuan (1975-1994)
berimplikasi pada penguasaan kognitif lebih dominan, namun kurang dalam
penguasaan keterampilan (skill). Sehingga lulusan pendidikan kita tidak
memiliki kemampuan yang memadai terutama yang bersifat aplikatif, sehingga
diperlukan kurikulum yang berorientasi pada penguasaan kompetensi secara
holistik. Kemampuan secara holistik ini sejalan dengan perkembangan dan
perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
di Indonesia, tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan secara terus
menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk
penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan
menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Atas dasar itulah maka Indonesia
memilih untuk memberlakukan Kurikulum KBK sebagai pedoman penyelenggaraan
pendidikan serta penyempurnaannya dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP).
e)
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004
Kurikulum 2004 lebih populer dengan sebutan KBK (Kurikulum Berbasis
Kompetensi). Lahir sebagai respon dari tuntutan reformasi, diantaranya UU No.
2, Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, UU No. 25 Tahun 2000 tentang
kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom, dan dalam
TAP-MPR No. IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan.
4. Kurikulum 2013
1)
Pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang diterapkan oleh pemerintah
untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku
selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaan di tahun
2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Di tahun
2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk
SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Diharapkan, pada tahun 2015
telah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 memiliki tiga
aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap
serta perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran
terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang
dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn. Sedangkan
materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut,
terutama Matematika, disesuaikan dengan materi pembelajaran standar
Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di
dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.[5]
2)
Pokok – pokok
Perubahan dalam Kurikulum 2013
Terdapat beberapa perubahan-perubahan mendasar dari kurikulum sebelumnya
ke kurikulum 2013, yaitu: Penataan Pola Pikir; Pendalaman dan Perluasan Materi;
Penguatan Proses; dan Penyesuaian Beban. Sedangkan elemen yang berubah antara
lain: Standar Kompetensi Lulusan; Standar Isi; Standar Proses; dan Standar
Penilaian. Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam
pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam
pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi Mengamati, Menanya, Menalar,
Mencoba, dan Membentuk Jejaring. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah,
yaitu: Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan. Proses hasil belajar menggunakan
penilaian autentik (Authentic Assessment), yaitu pengukuran yang bermakna
secara signifikan antara hasil belajar peserta didik dengan ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuan.[6]
3)
Prinsip Penyusunan RPP Kurikulum 2013
Ada beberapa prinsip-prinsip dalam penyusunan RPP yang perlu
diperhatikan oleh para pendidik, antara lain:[7]
a)
Memperhatikan perbedaan individu peserta didik;
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal,
tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial,
emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai, dan atau lingkungan peserta didik.
b)
Mendorong partisipasi aktif naradidik; Proses
pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat
belajar.
c)
Mengembangkan budaya membaca dan menulis; Proses
pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam
bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
d)
Memberikan umpan balik dan tindak lanjut; RPP
memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, dan remedi.
e)
Keterkaitan dan keterpaduan; RPP disusun dengan
memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber
belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
f)
Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi;
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan
komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi
dan kondisi
4)
Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 2013
Adapun yang menjadi kelebihan dan kekurangan kurikulum terbaru atau kurikulum
2013 ini, antara lain:[8]
a)
Kelebihan Kurikulum 2013
1.
Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan yang
bersifat alamiah (kontekstual) karena berfokus dan bermuara pada hakekat
peserta didik untuk mengembangkan berbagai kompetensi sesuai dengan kompetensinya
masing-masing.
2.
Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi boleh jadi mendasari
pengembangan kemampuan-kemampuan lain.
3.
Ada bidang-bidang studi atau mata pelajaran
tertentu yang dalam pengembangannya lebih cepat menggunakan pendekatan kompetensi,
terutama yang berkaitan dengan keterampilan.
4.
Lebih menekankan pada pendidikan karakter.
5.
Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada
perbedaan antara anak desa atau kota.
6.
Kesiapan terletak pada guru.
b)
Kelemahan Kurikulum 2013
1.
Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa
memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013.
2.
Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses
pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013.
3.
Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam
mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat,
karena rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda.
5)
Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Metode
pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga
diperoleh hasil yang optimal. Adapun berbagai metode pembelajaran yang dapat
digunakan pendidik dalam kegiatan pembelajaran, antara lain:[9]
a)
Metode ceramah,
b)
Metode latihan,
c)
Metode tanya jawab,
d)
Metode karya wisata,
e)
Metode demonstrasi,
f)
Metode sosiodrama,
g)
Metode bermain peran,
h)
Metode diskusi,
i)
Metode pemberian tugas dan resitasi,
j)
Metode eksperimen.
k)
Metode proyek
6)
Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sabagai pedoman
dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan
untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya
buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain.[10]
Model pembelajaran memiliki empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh
strategi, metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut adalah:[11]
a)
Rasional teoritik logis yang disusun oleh para
pencipta atau pengembangnya.
b)
Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana
siswa belajar.
c)
Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model
tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
d)
Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan
pembelajaran itu dapat tercapai.
C. Simpulan
Kurikulum merupakan sebuah
rancangan pembelajaran, yang di susun dengan mempertimbangkan berbagai hal
mengenai proses pembelajaran serta perkembangan individu. Sedangkan Kurikulum
2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang pernah digagas dalam rintisan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, tapi belum terselesaikan karena
desakan untuk segera mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) 2006.
Kurikulum 2013 lebih menekankan
pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan
ilmiah. Pendekatan ilmiah tersebut meliputi, mengamati, menanya, menalar, mencoba,
dan membentuk jejaring. Secara konseptual kurikulum 2013 jelas ada perubahan
signifikan. Perubahan itu tentunya di maksudkan untuk menjadikan pendidikan
menjadi lebih baik dan usaha untuk selalu memperbaharui tatacara pelaksanaan
pendidikan di Indonesia agar merata disetiap daerahnya.
Daftar Pustaka
E, Mulyasa. Pengembangan dan
Impelementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2017.
Kompasiana.com.
“Serba-serbi Kurikulum 2013.” KOMPASIANA. Diakses 24 Oktober 2019.
https://www.kompasiana.com/natalisransi/serbaserbi-kurikulum-2013_5528b4126ea834c80a8b457e.
“Kurikulum.”
Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 30 September 2019.
https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kurikulum&oldid=15701911.
“Kurikulum.”
Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Kurikulum.
http://id.wikipedia.org, t.t.
“Perkembangan
Kurikulum,” t.t. http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Revisi_Bahan_Ajar_Cetak/BAC_Pengkur_SD/UNIT-4_PERKEMBANGAN_KURIKULUM_.pdf.
“Prinsip
Penyusunan RPP Kurikulum 2013.” Dalam M Edukasi, t.t.
http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/prinsip-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html.
Sofan,
Amri. Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2013.
Tim
Pengembang Ilmu Pendidikan. Ilmu & Aplikasi Pendidikan. Bandung:
IMTIMA, 2007.
[1]
“Kurikulum,”
dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Kurikulum
(http://id.wikipedia.org, t.t.).
[3]
“Kurikulum,”
dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 30 September 2019,
https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kurikulum&oldid=15701911.
[4]
“Perkembangan
Kurikulum,” t.t.,
http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Revisi_Bahan_Ajar_Cetak/BAC_Pengkur_SD/UNIT-4_PERKEMBANGAN_KURIKULUM_.pdf.
[6]
Kompasiana.com,
“Serba-serbi Kurikulum 2013,” KOMPASIANA, diakses 24 Oktober 2019,
https://www.kompasiana.com/natalisransi/serbaserbi-kurikulum-2013_5528b4126ea834c80a8b457e.
[7]
“Prinsip
Penyusunan RPP Kurikulum 2013,” dalam M Edukasi, t.t.,
http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/prinsip-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html.
[8]
Mulyasa
E, Pengembangan dan Impelementasi Kurikulum 2013 (Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya, 2017).
[9]
Amri
Sofan, Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
(Jakarta: Prestasi Pustaka, 2013).

0 Response to "TEORI PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013"
Post a Comment