Psikologi
A. Pengertian Psikologi
Ditinjau dari segi Ilmu Bahasa, Psikologi berasal dari perkataan Psyche
(Jiwa) dan Logos (Ilmu/Ilmu Pengetahuan). Jadi Psikologi diarikan sebagai Ilmu
Pengetahuan tentang jiwa atau disingkat jadi Ilmu Jiwa. Psikologi adalah suatu
ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang aktivitas atau tingkah laku individu
dalam hungannya dengan sesama dan dengan alam sekelilingnya, seperti flaura dan
fauna. Sebenarnya ilmu ini ilmu psikologi juga mempelajari tentang aktivitas
atau tingkah laku manusia dengan tuhannya, tetapi ilmu psikologi ini disebut dengan
psikologi agama kendatipun masih terjadi perdebatan atas keberadaannya.
B. Metode-Metode Penelitian Psikologi
1.
Eksperimen
Teknik ekperimen digunakan untuk
mempelajari sikap dan tingkah laku seseorang melalui perlakuan khusus yang
sengaja dibuat, metode ini juga suatu metode ideal untuk mendapatkan hubungan
antar fakta. Metode ini dapat dilakukan dilakukan di laboratorim atau lapangan.
Bila kita membawa suatu masalah ( problem ) untuk mencari jawabannya, melalui
kondisi tertentu yang di ciptakan, bearti kita telah mengadakan eksperimen.
Sering pula dikatakan mengetes hipotesis. Hipotesis adalah suatu perkiraan atau
dugaan yang merupakan jawaban suatu problem.Hampir semua tingkah laku manusia
juga mengikuti hukum alam, sehinga dalam kondisi yang sama akan timbul tingakah
laku yang sama pula
2. Metode Observasi
Penelitian dilakukan dengan
mengunakan data sosiologi dan antropologi, dengan mempelajari sifat-sifat
manusiawi orang perorangan atau kelompok. Selain itu juga menjadi unsur-unsur
budaya yang bersifat materi dan yang bersifat spiritual.Pada permasalahan
demikian, para ahli hanya mampu mengadakan pengamatan (observasi) serta
mencatat kejadian-kejadian untuk dianalisis, diteliti dan di cari
kesimpulannya. Metode obsevasi dalam mempelajari tingkah laku anak-anak,
interaksi social, aktivitas keagamaan, peperangan, aktivitas kejahatan dan
kejadian- kejadian lain yang tidak dapat di eksperimenkan.[1]
3. Metode Klinik
Metode klinik biasa dilakukan di
rumah sakit, pusat ganguan jiwa, pusat rehabilitasi narkotika, rumah
permasyarakatan, klinik atau badan/biro/lembaga konsultasi, bimbingan dan
penyuluhan psikologi.Usaha penyembuhan dititik beratkan pada kepentingan manusia
(pederita), kemudian untuk kepentingan penelitian digukan teknik proyektifitas
melalui riset dan pengumpulan data tertulis mengenai penderita, sebagai bahan
diagnose.[2]
4. Metode Statistik
Metode statistik adalah metode yang
mengunakan aritmatika dengan adanya responden atau uji beberapa sample yang
mengunakan parameter sebagai tolak ukur sehingga dapat ditarik kesimpulan,
penilaian dan dapat dideskripsikan. Menurut Fauzi. A, 2008 dalam psikologi
dikenal bermacam teknik, tata cara atau alat untuk mendapatkan data psikologi,
serta membukti kebenaran data tersebut. Teknik atau alat ini sering disebut
metode. Beberapa teknik yang digunakandalam metode psikologi antara lain:
a. Tes psikologi, yaitu cara untuk
mengetahui kemampuan, alam perasaan, arah minat, dan aspek-aspek kepribadian
individu lain dengan member tugas yang ditentukan standarnya.
b. Angket, yaitu dengan mengajukan
pertanyaaan terhadap orang yang diselidiki. Ini dapat dilakukan dengan:
1. Wawancara/interview, yaitu angket
secara lisan.
2. Kuesioner,
yaitu angket secara tertulis.
c. Instrospeksi
1. Instrospeksi, yaitu teknik mengamati
kejadian kedalam diri sendiri pada saat
berlansungnya
kejadian tersebut.
2.
Retrospeksi, yaitu instrospeksi yang dilaksanakan setelah kejadian psikologi
itu berlansung.
3. Ekstospeksi, yaitu pengamatan
kejadian psikologi terhadap orang lain.
d. Partisipasi, yaitu ikut serta masuk
ke dalam situasi interaksi social.
e. Meneliti riwayat hidup (case history
method).
f. Teknik analisis.
g. Meneliti perkembangan hidup
seseorang (developmental method).
5. Sejarah Kehidupan
Sejarah kehidupan adalah masa lalu
atau riwayat hidup individu atau kelompok. Untuk mengetahui psikologi individu
atau kelompok perlu dilakukan penelitian tentang latar belakang kehidupan atau
riwayat hidup individu atau kelompok tersebut. Ketika melakukan penelitian
sejarah kehidupan individu tersebut, seorang yang melakukan penelitian
psikologi seharusnya yang ditelitinya tidak mengetahui bahwa seseorang
menelitinya.Hal ini dilakukan agar riwayat yang disampaikan benar-benar failed
atau tidak dimanifulasi. Menurut Ahyadi. A. A, 1987 sejarah hidup seseorang
dapat menjadi sumber data yang penting untuk mengenal orang yang bersangkutan.
Misalnya, seorang anak yang tidak naik kelas akibat tidak cukup cerdas mengikuti
pendidikan di sekolah atau mungkin ia mempunyai banyak kesulitan dalam
mengikuti pelajaran dengan baik.
6. Metode klinis
Metode ini
biasanya digunakan untuk memperoleh kesimpulan dalam kondisi tertentu pada anak
atau kelainan pada anak, selanjutnya akan diberi pengobatan. Yang biasanya
dilakukan dengan pengadaan tes, permainan, maupun percakapan. Kemudian akan
terlihat reaksi dari macam-macam anak.
Metode
klinis berbeda daripada metode eksperimental tidak hanya dalam hal kecermatan
cara mengadakan registrasi, yaitu dalam hal pengumpulan dan pencatatan data,
melainkan terutama dalam hal representativitas sampel. Penilihan kelompok
“orang coba”nya tidak perlu berdasarkan persamaan sifat nyang dimiliki oleh
keseluruhan populasi, melainkan cukup dilakukan penelitian terhadap beberapa
kasus saja, misalnya terhadap anak-anak dari tingkatan umur tertentu yang
secara berturut-turut atau bersamaan waktu diobservasi oleh beberapa pengamat.[3]
7.
Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab
seseorang dengan orang lain. Untuk melakukan wawancara diperlukan trik-trik
sehingga mereka mencurahkan isi hati atau perasaannya. Sedangkan menurut Fauzi.
A. 2008 Wawancara adalah Tanya jawab antara sipemeriksa dan oaring yang
diperiksa. Maksudnya adalah agar orang yang diperiksa itu mengemukakan isi
hatinya, pandangan-pandangannya, pendapatnya, lain-lain sedemikian rupa,
sehingga pemeriksa
dapat lebih mengenalnya.
8. Pemeriksa Psikologis
Menurut Sarwono psikologi umum metode ini dikenal dengan nama
psikotes. Metode ini dengan mengunakan alat-alat psiko-diagnostik tertentu yang
hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar terlatih. Alat-alat itu
dapat digunakan untuk mengukur dan mengetahui taraf kecerdasan, arah minat,
sikap, struktur kepribadian dan lain-lain dari oaring yang diperiksa.
Keuntungan metode ini adalah bahwa
dalam waktu yang relatif singkat dapat dikumpulkan banyak data mengenai diri
seseorang, termasuk juga data yang tidak dapat diketahui dengan metode lain.
Keuntungan lain adalah bahwa metode ini dapat dilaksanakan secara missal,
sehingga sekaligus dapat diperiksa banyak orang. Kelemahan metode ini adalah
tidak dapat dipergunakan secara luas, karena hanya dapat dilakukan oleh orang
yang ahli dan terlatih.
0 Response to "Psikologi"
Post a Comment