LOGIKA PENELITIAN, Lakukan ini sebelum memulai sebuah penelitian



LOGIKA PENELITIAN: SUATU TINJAUAN UMUM

Beragam alasan dan tujuan orang melakukan penelitian. Di antara tujuan tersebut, misalnya: (1) memahami suatu kejadian, situasi, atau keadaan suatu masyarakat, (2) menjelaskan pola hubungan antara dua atau lebih hal, dan (3) mencari jalan keluar untuk memecahkan beberapa masalah praktis dalam kehidupan. Namun, secara filosofis semua penelitian yang dilakukan hanya memiliki satu tujuan, yaitu menemukan suatu jawaban atas pertanyaan yang diajukan seorang peneliti. Dengan demikian pertanyaan tersebut merupakan sebuah dorongan bagi kita untuk melakukan penelitian, mencari jawaban karena rasa ingintahu(curiosity) yang kita miliki.

Semua manusia dianugerahi oleh Allah swt dengan rasa ingin tahu (curisioty) terhadap sesuatu.Jika rasa ingin tahu tersebut belum terpenuhi, maka manusia tersebut berada pada tahap masih “belum tahu” .Kalau dia “sudah tahu”, manusia tersebut telah “berpengetahuan”. Sesuatu yang sudah diketahuinya tersebut disebut “pengetahuan” (knowledge).Jadi, “pengetahuan”(konsep, fakta, prinsip, atau teori) merupakan hasil dari rasa ingintahu manusia yang telah terpenuhi.

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dapat dijawab dengan menggunakan metode yang digunakan. Dari kedua metode yang digunakan di atas, perbedaan yang paling menyolok adalah adanya sebuah logika.

LOGIKA PENELITIAN

Logika berhubungan dengan cara atau proses penalaran (reasoning). Ilmunya disebut ilmu logika (logic, the science of reasoning). Jika proses penalaran berjalan dengan baik, maka proses itu disebut logis. Secara umum penelitian merupakan proses penemuan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan oleh seorang manusia. Penelitian (riset, research) merupakan proses yang dilakukan manusia untuk mencari kebenaran (truth). Dalam proses itu terdapat tahapan yang diurut secara logis. Urutan tersebut merupakan rantai penalaran (chain of reasoning). Rantai penalaran (chain of reasoning) memiliki anak rantai penalaran sehingga menghasilkan sebuah logika penelitian, yaitu: (1) perumusan permasalahan penelitian, (2) perumusan kerangka teoritik, (3) penentuan metodologi, (4) analisis data, dan (5) penarikan kesimpulan.

Untuk menjamin validitas penelitian, maka urutan tersebut tidak boleh dibolak-balik apalagi diabaikan keberadannya.



PERMASALAHAN PENELITIAN


Seorang peneliti yang akan melakukan penelitian terlebih dahulu harus mengetahui permasalahan penelitian (research problem) apa yang akan ditelitinya. Tak menjadi masalah apakah penelitian itu dilakukan sendiri atau diminta untuk melakukan penelitian. Tetaplah permasalahan penelitian menjadi topik utama bagi dirinya.

Pada tahap ini seorang peneliti harus mulai memikirkan beberapa hal penting melalui pertanyaan - pertanyaan, misalnya:
  1. Mengapa penelitian itu dilakukan?
  2. Dari sekian banyak masalah yang mungkin diteliti, apakah semuanya akan diteliti? Jika tidak, apa yang tercakup dalam penelitian ini? Dan apa yang tidak?
  3. Bagaimana memformulasikan permasalahan ini dengan bentuk yang mudah dipahami?
  4. Kalau penelitian ini sudah selesai, apa manfaatnya?


KERANGKA TEORITIK

Setiap variabel yang tercakup dalam penelitian diuji secara mendalam melalaui pendefinisian secara tepat setiap variabel yang akan diteliti dan penjelasan pola hubungan antar variabel. Bangunan seperti ini disebut Kerangka Teoritik atau Kerangka Berpikir Penelitian. 

Pada tahap ini, seorang peneliti juga banyak mengkaji dokumen dan kepustakaan sehingga disebut pula Kajian Kepustakaan (Literatur Review).

Pada tahap ini peneliti mulai merenungkan dan mengkaji secara mendalam apa sebenarnya esensi penelitiannya itu melalui pertanyaan - pertanyaan penting, seperti:
  1. Apa sebenarnya makna variabel - variabel yang saya teliti ini, baik makna empiris-praktis, maupun makna konseptual-teoritisnya?
  2. Definisi variabel yang manakah yang paling sesuai untuk penelitianini?
  3. Apakah masalah ini pernah diteliti orang lain? bagaimana hasilnya?
  4. Bagaimana dan dalam bentuk seperti apa permasalahan penelitian ini digambarkan agar mudah dipahami?


    METODOLOGI PENELITIAN
Keilmiahan sebuah penelitian sangat ditentukan oleh pemilihan metodologi penelitian yang tepat. Sebaik apapun pertanyaan yang diajukan peneliti pada tahap ini akan mengalami kegagalan bila tidak didukung oleh metodologi yang tepat. Sehingga patut dipertanyakan keabsahan penelitian yang dilakukan. Selain itu mutu penelitian yang dilakukan tergantung dengan bagaimana proses yang dilakukan sehingga sampai pada tahap pengambilan kesimpulan.

Pada tahap ini, bebera papertanyaan penting harus direnungkan betul oleh peneliti, antara lain:
  1. Metode apa yang paling sesuai untuk penelitian ini?
  2. Dari mana saja data yang diperlukan dapat diperoleh?
  3. Instrumen apakah yang paling efektif dan efisien untuk mengumpulkan data yang diperlukan?
  4. Bagaimana caranya agar instrumen yang dipakai benar-benar memiliki kualitas (validitas dan realibilitas) yang tinggi?
  5. Bagaimana sebaiknya data yang terkumpul nanti diolah dan dianalisis?
  6. Alat analisis apa yang paling sesuai dengan sifat data yang diperoleh?
  7. Bagaimana dan dengan standar apa kesimpulan penelitian akan ditarik?


ANALISIS DATA


Dalam penulisan laporan penelitian, biasanya tahap ini dimuat di bab IV, dan lazim diberi judul Analisis Temuan (Analisis of Findings) atau Temuan (Finding) saja. Pada bab ini, penulis ditantang untuk mengerahkan segenap kemampuan anlisisnya untuk “menghidangkan” temuan penelitiannya seobjektif, efektif, dan efisien mungkin. Dibagian ini kejujuran dan integritas peneliti diuji sedemikian rupa untuk dapat menunjukkan kebenaran atau kebohongan dari penelitian yang dilakukannya.

Pada tahap ini, beberapa pertanyaan perlu dipertimbangkan oleh peneliti, seperti:
  1. Data dan informasi apa saja yang perlu dilaporkan?
  2. Bagaimana dan dengan standar apa analisis data dilakukan?
  3. Bagaimana dan dalam bentuk apa dan informasi yang ada disajikan?
  4. Bagaimana keterkaitan temuan ini dengan permasalahan penelitian dan kerangka berpikir penelitian?

KESIMPULAN PENELITIAN

Kesimpulan (coclusion) merupakan bagian akhir dari sebuah penelitian. Kesimpulan bukanlah rangkuman (summary). Dalam kesimpulan, judgement peneliti menempati titik sentral yang berdasarkan pada asumsi teoritik yang kuat, data empirik yang valid, dan kemampuan analisis yang jujur dan tajam. Kesimpulan adalah “kebenaran” ilmiah yang setiap saat siap diuji kebenarannya oleh peneliti lain.

Pada tahap ini, peneliti mengajukan bebera papertanyaan penting, seperti:
  1. Apa kesimpulan penelitian?
  2. Dengan standar dan asumsi apa kesimpulan ini ditarik?
  3. Adakah persamaan atau perbedaan antara kesimpulan dalam penelitian dengan penelitian lain yang sejenis?
  4. Apa implikasi kesimpulan ini, baik di dunia praktis maupun bagi dunia teoritis?

Dari keseluruhan uraian di atas, ditegaskan bahwa logika penelitian tersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi penelitian ilmiah “konvensional” dan cenderung bernuansa kuantitatif.



SUMBER:
Irawan, Prasetia. 2003. Logika dan Prosedur Penelitian: Pengantar Teori dan Panduan Praktis Penelitian Sosialbagi Mahasiswadan Peneliti Pemula. (Jakarta: Penerbit STIA-LAN Press)

0 Response to "LOGIKA PENELITIAN, Lakukan ini sebelum memulai sebuah penelitian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel